Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
APLSI: Arthur Simatupang (Ketua Umum), Rizka Armadhana (Wakil Bendahara Umum), Suryantoro Prakoeso (Ketua Bidang Teknologi), Melva T.Rubintang (Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, serta Rizal Calvary (Ketua Bidang Komunikasi, Media Relations dan Juru Bicara).

APLSI: Arthur Simatupang (Ketua Umum), Rizka Armadhana (Wakil Bendahara Umum), Suryantoro Prakoeso (Ketua Bidang Teknologi), Melva T.Rubintang (Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, serta Rizal Calvary (Ketua Bidang Komunikasi, Media Relations dan Juru Bicara).

APLSI: Pembangkit Listrik Hanya Kontribusi 8-9% Polusi Jakarta

Gora Kunjana, Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:20 WIB

JAKARTA, investor.id—Independent Power Producer (IPP) yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menegaskan bahwa kontribusi pembangkit listrik terhadap polusi di Jakarta hanya 8-9%.

“Kalau dihitung-hitung sebanyak sekitar 91% bukan dari pembangkit,” ujar Direktur Eksekutif APLSI Rizal Calvary M dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/8).

Rizal mengatakan, tren polusi dari pembangkit ini akan terus menurun ke depan. Sebab IPP kian massif dalam meningkatkan penerapan teknologi pembangkit yang ramah lingkungan serta percepatan peningkatan porsi bauran Energi Baru Terbarukan oleh pemerintah.

“Trennya bakal terus menurun. Sekarang pembangkit hanya 8-9% dibandingkan sektor industri lainnya, sebanyak lebih dari 91%,” ucap Rizal.

Juru bicara PSI Rizal Calvary Marimbo
Rizal Calvary Marimbo


Rizal mengatakan, semua pihak harus memberi waktu kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk membenahi transportasi dan sektor lainnya agar Jakarta semakin menekan polusi dan pencemaran udara.

“Pemerintah daerah dan pusat sedang serius membenahi transportasi massal. Pusat daerah butuh waktu. Tidak bisa main sulap,” ucap Rizal.

Dikatakannya, agar polusi semakin mudah ditekan, maka negara ini justru semakin membutuhkan listrik ke depan. Sebab itu, pembangkit listrik akan semakin dibutuhkan ke depan.

“Sebab transportasi massal mulai dari kereta sampai bus-bus akan bertenaga listrik. Begitu juga dengan kendaraan-kendaraan pribadi,” ujar Rizal.

Keseriusan pemerintah dalam mengurangi polusi terlihat dari langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menandatangani peraturan presiden (perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik (mobil listrik).

”Dalam beleid itu kan nantinya pemerintah ingin mendorong industri otomotif, dengan membangun industri mobil listrik di Indonesia nantinya udara kita akan semakin baik sekaligus akan terjadi efisiensi energi dan mengurangi subsidi energi nasional,” pungkas Rizal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA