Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Arifin Dipersilakan Miliki 24% Saham Pemda di Newmont

Kamis, 26 November 2015 | 23:23 WIB
Investor

MATARAM- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Amin mempersilakan pengusaha nasional Arifin Panigoro untuk bisa memiliki 24% saham milik pemerintah daerah (Pemda) di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), sepanjang itu menguntungkan.

"Bagi kami saat ini, PT Multicapital yang terbaik. Tetapi, jika ada yang terbaik dari itu, kenapa tidak kita melepas," kata Muhammad Amin di Mataram, Kamis, seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan, saat proses divestasi 24% saham PT NNT, pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggandeng PT Multicapital (Bakrie Group) untuk bisa mengakuisisi saham tersebut.

 

Namun, setelah akuisisi terjadi, sesuai isi perjanjian kerjasama pemda dengan PT Multicapital, provinsi dan dua kabupaten lain melalui PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB) memperoleh dividen setiap tahunnya. Tetapi, setelah menunggu selama empat tahun, dividen yang diharapkan tidak kunjung diperoleh.

"Bagi kami sebetulnya siapa yang bisa memberikan keuntungan bagi daerah. Kalau memang Arifin Panigoro ingin membeli, kita bisa saja mempersilakan. Tetapi, semua itu kembali lagi pada mekanisme yang ada," jelasnya.

Karena itu, menurut Amin, jika Arifin Panigoro melalui Medco Energy ingin membeli saham tersebut. Pemda menginginkan adanya "golden share" 3-5% saham yang diperoleh secara gratis, sebagai kontribusi daerah penghasil.

"Silakan mereka menjadi pemegang mayoritas saham. Asalkan posisi daerah tetap menguntungkan," tegas Amin.

Meski begitu, Amin mengutarakan, kebijakan tersebut sepenuhnya ada di tangan Gubernur NTB, apakah tetap bekerjasama dengan PT Multicapital atau Arifin Panigoro.

 

Lebih lanjut, pemerintah provinsi, kata Amin, tetap berkeinginan untuk membeli 7% saham PT NNT. Karena, selain memperoleh dividen, daerah bisa menempatkan orang-orangnya untuk duduk di jajaran direksi perusahaan tambang milik Amerika itu.

"Kita memang tidak memiliki uang untuk itu. Tetapi, terlepas dari itu kita ingin saham ini bisa menguntungkan daerah," katanya. (*/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN