Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Kelompok Asman Toga Melati Siti Sulbiyah

Ketua Kelompok Asman Toga Melati Siti Sulbiyah

CSR Pertagas

Asman Toga Melati Meraih 'Berkah' di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:54 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Meskipun sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada akhir Agustus silam, namun Ronal Revian (37) tak mau gegabah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Protokol kesehatan tetap dia jalankan sesuai peraturan pemerintah. Kenangan pahit dan memilukan dua bulan silam masih membekas dalam ingatannya. Bagaimana tidak, 20 anggota keluarganya termasuk istri dan anak-anaknya terpapar virus yang hingga kini belum ada vaksin-nya itu. Yang membuat batin Ronal pilu, dia harus kehilangan ayah mertuanya akibat terpapar Covid-19, sedangkan istrinya harus dirawat intensif selama tiga pekan di RSUD Tarakan.

Kini, Ronal semakin bersemangat untuk berbagi pengalaman dengan tetangga, kerabat, teman, dan orang-orang di sekitarnya. “Yang penting selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan,” ujarnya kemarin. Meskipun sudah dinyatakan sembuh, Ronal tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi produk herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, dan lainnya. “Saya konsumsi rutin dengan madu. Jika menggunakan obat kimia khawatir berefek samping di masa depan,” ungkapnya.

Memang, tak pernah ada yang menyangka virus Covid-19 hadir di muka bumi dan memorak-porandakan hampir semua sendi kehidupan manusia di seluruh dunia. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan imunitas tubuh. Minuman herbal menjadi pilihan sebagian besar masyarakat saat ini. Tak ayal, produsen minuman herbal pun kebanjiran pesanan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Seperti yang dialami Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) Melati di Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, yang merupakan kelompok binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Gas (Pertagas).

“Mungkin ini yang dinamakan berkah di balik musibah. Kami menjalankan kegiatan ini sudah sejak 2017, namun sejak adanya Covid-19, permintaan terhadap produk kami memang meningkat pesat,” kata Ketua Kelompok Asman Toga Melati Siti Sulbiyah. Produk herbal yang dihasilkan kelompoknya dikemas dalam bentuk serbuk meliputi jahe merah, jahe putih, kencur, temulawak, dan kunyit. Selain itu juga teh sirsak, teh daun salam, juga teh kelor. Pesanan bukan saja datang dari Dinas Kesehatan setempat namun juga masyarakat sekitar. “Ada juga pesanan dari luar kota, karena kami juga mempromosikannya ke media sosial,” katanya.

Siti bersyukur bahwa produk yang dihasilkan 30 orang anggota kelompok Asman Toga Melati yang merupakan kelompok wanita tani ini akhirnya bisa dikenal masyarakat lebih luas, berkat pembinaan dari Pertagas. Awalnya, kata dia, pada 2013 kelompok ini hanya memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing dengan tanaman sayuran untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kemudian, jenis tanaman ditambah dengan tanaman obat (toga), yang semuanya masih difokuskan untuk kebutuhan pribadi. “Ketika hasilnya berlimpah, kami tidak tahu harus memasarkannya kemana dan pemanfaatannya seperti apa,” ujarnya.

Pembinaan pun datang dari dinas setempat dan pada 2016-2017 Pertagas pun ikut membantu melalui program CSR. “Kami banyak dibantu oleh Pertagas. Bukan saja pelatihan, juga pembinaan dan pendampingan. Produk kami banyak diikutkan dalam berbagai event Pertagas. Kami makin percaya diri untuk terus mengembangkan produk ini,” kata Siti. Dia berharap, produknya bisa makin dikenal luas, bukan saja di dalam negeri juga mancanegara.

Pada kesempatan terpisah, Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Gas Zainal Abidin kepada Investor Daily mengatakan, bahwa program yang dijalankan Kelompok Asman Toga di Prabumulih ini merupakan salah satu unggulan dari 24 kelompok masyarakat penerima manfaat CSR yang didampingi Pertagas seperti Kampung Ikan Asap Sidoarjo, Komunitas Tuli Gresik, dan Kelompok Ecoprint di Bontang.

 Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Gas Zainal Abidin
Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Gas Zainal Abidin

Menurut Zainal Abidin, secara umum Pertagas menjalankan program CSR di seluruh area operasi. Terdapat enam wilayah operasi Pertagas yang mengoperasikan pipa di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, masing-masing adalah PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA) wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau. Kemudian di Pertagas Operation Central (OCSA) Sumatera Area mengoperasikan pipa minyak di wilayah Jami sd Sumatera Selatan. Pertagas Operation South Sumatera Area di opera pipa gas wilayah Sumatera Selatan (OSSA). Kemudian di Pertagas Operation West Java Area (OWJA), Pertagas Operation East Java Area (OSSA), dan Pertagas Operation Kalimantan Area (OKAL).

Menurut Zainal, di masing-masing area operasi, pihaknya merancang dan mengimplementasikan program CSR yang sesuai dengan visi misi dan kebijakan CSR di perusahaan. Beberapa ada yang dalam konsep charity namun beberapa juga dikembangkan dalam bentuk CSR yang bersifat Community Development, dimana biasanya Pertagas melakukan pendampingan terhadap suatu kelompok masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Tentunya sebagai perusaaan kami bukan menjadi sosok Superman yang bisa menyelesaikan seluruh masalah yang ada di masyarakat sekitar kita. Karena itu, setiap kelompok masyarakat yang saat ini menjadi penerima manfaat ditentukan oleh perusahaan berdasarkan hasil studi mendalam mengenai isu sosial dan lingkungan yang ada di sekitar area operasi kami atau kami sebut dengan social mapping,” katanya.

Tahun ini, Pertagas mengalokasikan anggaran untuk kegiatan CSR lebih dari Rp 4,5 miliar, meningkat dibanding anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 4,1 miliar. Ke depan, kata dia, pihaknya akan berfokus kepada roadmap yang telah ditetapkan di beberapa program unggulan CSR yang berkelanjutan (sustainable) yang telah dtentukan. Sebab ada beberapa program yang memang belum memasuki fase exit strategy.

Alokasi Anggaran CSR Pertagas
Alokasi Anggaran CSR Pertagas

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, kegiatan CSR yang paling efektif saat ini adalah kemitraan BUMN dengan masyarakat. "Mengingat kita sedang dalam kondisi pandemi dimana ekonomi masih terpuruk, tentu menyebabkan banyak UMKM yang kesulitan berkembang. Nah, dengan CSR ini diharapkan bisa membantu mereka dalam bertahan ,apalagi mereka sebagai salah satu roda penggerak perekonomian," paparnya.

Adapun program pembinaan yang dilakukan Pertagas terhadap kelompok Asman Toga Melati ini, menurut Mamit merupakan program yang bagus dan perlu untuk terus diperkuat serta dikembangkan. Sehingga tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomu skala menengah di daerah yang pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN