Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Program Biodiesel

B30 Tahan Cuaca Dingin Ekstrem

Oleh Rangga Prakoso, Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:34 WIB

 
DIENG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan B30 lolos uji di cuaca dingin ekstrem. Hal ini terlihat dari serangkaian tes terhadap 6 unit Toyota Innova Diesel. B30 merupakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dicampur dengan bahan bakar nabati sebanyak 30% atau disebut Biodiesel 30%. Jenis bahan bakar ini merupakan program lanjutan dari sebelumnya, yakni Biodiesel 20% (B20). Rencananya B30 bakal diterapkan pada 2020.


Investor.Id berkesempatan menyaksikan langsung pengujian B30 di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tes yang dilakukan yakni uji start ability, guna mengetahui kemampuan kendaraan untuk dinyalakan setelah didiamkan (soaking) selama beberapa hari dalam kondisi udara dingin.

Pengujian dilakukan pada dua kelompok kendaraan, yang setiap kelompok terdiri atas tiga unit Toyota Innova Diesel. Kelompok pertama dilakukan tiga kali soaking, yaitu selama 3 hari, 7 hari, dan 14 hari. Sedangkan untuk kelompok kedua dilakukan soaking selama 21 hari. Kendaraan itu sudah menempuh jarak sekitar 150 kilometer lalu didiamkan.

Sekitar pukul 03.00 WIB tiga kap mesin Innova tersebut dibuka. Ketiga Innova itu merupakan kelompok kedua yang sudah didiamkan selama 21 hari. Sebelum kendaraan dinyalakan sejumlah persiapan dilakukan. Di antaranya memastikan aki dalam kondisi prima. Kemudian mengukur tekanan suhu BBM pada tangki penyimpanan.

Kendaraan pertama yang dinyalakan menggunakan BBM Solar murni (B0) dengan temperatur sekitar 17,3 derajat Celcius (C). Sementara suhu di sekitar lokasi pada dini hari itu sekitar 15 derajat C. Dalam waktu 1,05 detik unit pertama berhasil dinyalakan.

Uji start ability kemudian beralih ke kendaraan kedua yang menggunakan B30 dengan nilai kandungan monogliserida 0,4%. Tahapan pemeriksaan aki dan temperatur pun dilakukan. Tercatat suhu B30 tersebut sama dengan B0 sekitar 17,3 derajat C Unit ini berhasil menyala dalam tempo 1,18 detik.

Pengujian kemudian bergeser ke unit terakhir yang menggunakan B30 dengan nilai kandungan monogliserida 0,55%. Suhu B30 tercatat 16,9 derajat C. Kendaraan ini pun berhasil dinyalakan dalam waktu 0,997 detik.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (BaLitbang ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, uji ability ini dengan mempertimbangkan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan. Yakni, tidak semua kendaraan digunakan setiap hari.

Oleh sebab itu uji ability dilakukan dengan enam unit kendaraan dengan interval penyalaan mesin yang berbeda-beda.

"Hasil uji start ability menunjukkan bahwa mobil dapat dinyalakan secara normal. Mobil dapat dinyalakan normal ini membuktikan B30 mengalir dengan baik di mesin walau telah didiamkan selama 21 hari pada kondisi dingin," kata Dadan ditemui usai pengujian di Dieng, Rabu (14/8).

Dadan menuturkan Dieng dipilih sebagai lokasi pengujian lantaran dikenal dengan wilayah dengan temperatur dingin. Dia mengungkapkan beberapa pekan yang lalu kendaraan itu diterpa suhu di bawah nol derajat Celcius.

Hanya pada saat pengujian berlangsung suhu di sekitar lokasi berada di level 15 derajat C. "Kalau di Pulau Jawa, Dieng ini temperatur cukup ekstrem ditambah musim kemarau yang dingin. Kendaraan ini sudah melewati temperatur yang minus seminggu lalu," ujarnya.

Lebih lanjut Dadan menjelaskan, perhitungan waktu menyalakan ketiga unit itu rata-rata satu detik. Menurutnya itu sesuai dengan permintaan Gaikindo dengan tempo menyalakan kendaraan di bawah 5 detik. Pasalnya kendaraan keluaran terbaru sudah menggunakan keyless atau tidak perlu memasukkan kunci untuk menghidupkan mobil. Keyless itu memiliki waktu maksimum 5 detik untuk menghidupkan kendaraan. 

"Jadi tadi ada perbedaan waktu dalam menyalakan mobil. Itu hanya masalah respons tangan yang menyalakan dengan stopwatch. Kalau menyalakan lebih dari 5 detik maka gagal," ujarnya.

Tepukan tangan riuh terdengar setiap unit kendaraan tersebut berhasil dinyalakan. Wajah semringah terpancar dari para pihak yang turut menyaksikan uji start ability pada dini hari tadi. Turut hadir dalam acara ini yakni Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan serta Direktur Penyalur Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Edi Wibowo.

Uji start ability merupakan rangkaian tes yang digelar sejak Juni 2019. Hasil pengujian menjadi dasar dalam penerapan B30 di tahun depan. Tahapan pengujian serupa juga dilakukan terhadap B20 beberapa waktu silam sebelum diterapkan saat ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN