Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Batu Bara Masih Jadi Pilihan Energi Termurah

Sabtu, 28 November 2020 | 10:45 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA- Keefisienan dan kestabilan pasokan serta harga, menjadikan batu bara menjadi pilihan paling rasional untuk energi listrik di Indonesia.  Dengan demikian, batu bara masih menjadi energi termurah saat ini dan dapat diandalkan di tengah kondisi Indonesia yang memerlukan banyak energi untuk banyak sektor termasuk untuk sektor kesehatan dan kehidupan.

Ketua Umum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia-Ikatan Ahli Geologi Indonesia (MGEI-IAGI) Budi Santoso mengatakan, sejauh ini batu bara masih unggul dari sejumlah aspek. Selain murah karena keberadaannya yang menyebar di seluruh Indonesia, dari sisi  pasokan juga sangat stabil.

Ia menambahkan, hasil penelitian terhadap besaran biaya listrik, energi batu bara masih menjadi yang termurah bagi konsumen. Sedangkan untuk dampak lingkungan,  teknologi pembangkit listrik batu bara sudah bisa menangkap debu dengan ukuran di bawah lima mikron bahkan untuk masalah buangan gas asam.

“Teknologi modern pembangkit sudah sangat maju, emisinya secara ketat dikontrol jauh bahkan jauh lebih kecil daripada 5 mikron,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (28/11).

Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Wiluyo Kusdwiharto mengatakan produksi listrik yang  murah akan mendorong penyediaan listrik ke masyarakat,industri dan bisnis yang kompetitif serta akan menjadi daya tarik bagi industri dan harga listrik juga menjadi faktor yang menentukan ease of doing business di suatu negara.

Untuk menyediakan listrik kepada masyarakat negara harus memenuhi prinsip kecukupan, keandalan, keberlanjutan dan keterjangkauan. Pengamat Energi Ahmad Redi mengatakan saat ini batu bara masih menjadi bahan baku utama pembangkit listrik dengan presentase sekitar 60%. (dho)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN