Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: NICOLAS ASFOURI, NICHOLAS KAMM / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: NICOLAS ASFOURI, NICHOLAS KAMM / AFP )

Biden Telepon Xi Jinping, Minyak Langsung Rebound

Sabtu, 11 September 2021 | 08:02 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Harga minyak rebound dengan kenaikan signifikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung oleh tanda-tanda semakin ketatnya pasokan di AS sebagai akibat dari Badai Ida dan harapan perdagangan AS-China akan memberi dorongan pada aset-aset berisiko setelah pembicaraan Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping.

Minyak mentah Brent naik US$ 1,47, atau 2%, menjadi US$ 72,92. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,32%, atau US$ 1,58, ke US$ 69,72 per barel.

Pada Kamis (9/11/2021), kedua kontrak minyak mentah turun lebih 1% setelah Tiongkok mengatakan akan melepaskan cadangan minyak mentah melalui lelang publik untuk membantu meringankan tingginya biaya bahan baku penyulingan.

Pasar minyak mendapat dorongan dari berita telepon antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Hal itu meningkatkan harapan hubungan yang lebih hangat dan diharapkan berdampak bagus pada perdagangan global.

"Panggilan telepon Biden-Xi memiliki efek yang sama pada pasar minyak seperti ke aset lainnya," kata analis OANDA, Jeffrey Halley.

Brent sepanjang minggu ini naik tipis seteah reli hampir 40% sepanjang 2021 didorong pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa pemulihan permintaan dari pandemi.

Fokus minggu depan adalah revisi prospek permintaan minyak untuk 2022 dari OPEC dan Badan Energi Internasional. Selain itu, investor mewaspadai penyebaran varian delta Covid-19.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN