Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo saat mengunjungi PLTM Tomata di Tomata Morowali Utara (Morut) baru baru ini.

Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo saat mengunjungi PLTM Tomata di Tomata Morowali Utara (Morut) baru baru ini.

BKPM: Kendala PLTM Tomata, Jaringan Hanya 2 MW

Rabu, 9 September 2020 | 13:21 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id --Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Tomata diperkirakan akan selesai atau commercial on date (COD) akhir tahun. Namun, Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo menemukan sistim jaringan distribusi PLN yang membentang hingga ke Petasia hanya mampu menampung daya 2 MW.

“Jadi, kita temukan itu, sistem jaringan utamanya dari Kolaka sampai ke Petasia itu hanya menampung daya 2 MW. Kalau di PDAM itu, pipanya kekecilan. Padahal yang akan dikirim lewat kabel-kabel itu kan 10 MW sampai ke Petasia,” ucap Rizal, yang juga menjabat Komisaris PT PLN Batam ini dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Rizal mengatakan, beberapa hari lalu dirinya telah mengunjungi PLTM Tomata di Tomata Morowali Utara, Sulawesi Tengah, didampingi CEO PT Buminata Energi Perkasa Hengky Hendrarto, Kepala Dinas Inspektorat Morowali Utara Frits Sam Kandori, dan Camat Mori Atas Balirante, serta Tokoh Mori di Jakarta Christian Parinsi.

Dia menambahkan, pemerintah daerah sebelumnya sudah berencana menganggarkan dana sebesar Rp 14 miliar untuk menaikkan kemampuan jaringan transmisi. Namun, bantuan anggaran dari Pemda ini tidak bisa dilanjutkan. Sebab, penggunaan APBD untuk membiayai peningkatan kapasitas jaringan tersebut bisa berkembang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sebab logikanya APBD itu tidak boleh dipakai untuk membiayai kegiatan usaha korporasi. Kecuali APBN dialokasikan untuk subsidi atau penyertaan modal ke BUMN, lewat mekanisme yang diatur dan diajukan oleh Kementerian BUMN. Jadi, tidak bisa APBD di-bypass ke kegiatan operasional bisnis PLN di bawah. Ini bahaya, bisa ada yang masuk penjara nanti. Ini ada Kepala Dinas Inspektorat Morut juga sudah sampaikan begitu,” ujarnya.

Maka, Rizal merekomendasikan agar siapapun Bupati terpilih nanti tidak menempuh kebijakan ini. “Bukan menyelesaikan masalah, malah masalahnya bisa panjang,” ujar dia.

Sebab itu, setibanya di Jakarta, Rizal berjanji akan membantu mencari jalan keluar permasalahan jaringan ini. Sebab, kehadiran PLTM Tomata tak hanya akan menerangi wilayah Morut, melainkan juga akan memberikan optimisme pada investasi di wilayah ini.

“Ini kan kampung halaman saya. Banyak yang inbox dan telepon, listrik wainto mati-mati terus bale. Kita akan cek kemampuan anggaran di PLN seperti apa,” ujar pria  kelahiran Tomata, Mori Atas, 46 tahun lalu ini.

Tak ketinggalan, Rizal juga mengungkapkan bahwa harga pembelian energi listrik dari PLTM sangat murah yaitu Rp 1.000 per kWh dibandingkan dengan harga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mencapai Rp 3.000 per kwh. "Kami harap harganya yang affordable terjangkau bagi masyarakat," tukas dia.

Rizal mengatakan, beroperasinya PLTM Tomata sangat penting untuk mendorong realisasi investasi di Sulawesi Tengah mengingat investasi di Morut kini berada di posisi kedua setelah Kabupaten Morowali. Realisasi investasi 2019 Morowali mencapai Rp25,862 triliun disusul Morowali Utara sebesar Rp2,126 triliun dan Poso sebesar Rp 1,771 triliun.

“Dalam lima sampai 10 tahun ke depan, investasi di Morut akan melonjak sampai ratusan triliun rupiah,” ujar  dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN