Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BP Migas Dukung Pertamina Beli Minyak KKKS

Antara, Senin, 23 Januari 2012 | 19:19 WIB

JAKARTA - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendukung rencana PT Pertamina (Persero) membeli bagian minyak mentah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sebesar 210.000 barel per hari.

Juru Bicara BP Migas Gde Pradnyana di Jakarta, Senin mengatakan, Pertamina tidak perlu dukungan regulasi untuk membeli bagian minyak KKKS tersebut. "Tanpa regulasipun, KKKS akan menjual bagian minyaknya, jika memang memakai harga internasional sesuai yang dijanjikan Pertamina," ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, selain harga pertimbangan KKKS menjual bagian minyaknya adalah volume angkut. Untuk minyak dengan volume angkut kecil, menurut dia, akan lebih ekonomis dijual ke kilang terdekat dengan lokasi produksinya. "Jadi, KKKS semata melihat pertimbangan bisnis komersialnya," ujarnya.

Di luar itu, tambahnya, spesifikasi teknis yakni jenis minyak yang dihasilkan juga turut menentukan alokasi penjualannya.

Gde mengatakan, tidak semua jenis minyak produksi dalam negeri dapat diolah kilang domestik, terutama mengandung merkuri.

Sesuai kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC), KKKS diperkenankan mengambil bagian produksinya dalam bentuk natura atau berupa minyak atau gas.

KKKS juga bebas menjual bagian minyaknya tersebut ke dalam negeri atau ekspor.

Sebelumnya, Pertamina meminta dukungan regulasi yang mengalokasikan bagian minyak KKKS sebesar 210.000 barel per hari diolah di kilang miliknya.

Juru Bicara Pertamina M Harun mengatakan, pihaknya siap membeli minyak mentah yang selama ini diekspor oleh KKKS tersebut dengan harga kompetitif.

Pembelian tersebut akan menekan jumlah impor minyak mentah Pertamina. Dari kapasitas kilang Pertamina sekitar satu juta barel minyak mentah per hari, hanya 534.000 barel produksi dalam negeri yang masuk kilang BUMN tersebut.

Minyak mentah yang masuk kilang itu merupakan bagian pemerintah dan seluruh produksi Pertamina sendiri. Sisanya, sekitar 300.000-400.000 barel lainnya masih diimpor Pertamina.

Dengan demikian, kalau Pertamina mendapatkan bagian produksi KKKS yang mencapai 210.000 barel per hari, maka bisa menekan volume impornya.

Minyak mentah bagian KKKS yang masih diekspor itu adalah jenis Sumatera Light Crude 64.000 ribu barrel per hari, Duri 81.000, Arjuna 4.000, Cinta 9.000, Widuri 9.000, Ataka 6.000, Handil 5.000, Belida 4.000, Geragai 3.000, Kaji 8.000, dan Senipah 30.000.

Produksi KKKS sebesar 210.000 barel per hari yang diekspor tersebut merupakan bagian dari produksi minyak mentah Indonesia sekitar 900.000 barel per hari.

Selama ini, Pertamina mengaku membeli minyak mentah bagian pemerintah dengan harga Indonesia crude price (ICP) yang lebih tinggi dibandingkan pasar, sehingga memberikan tambahan penerimaan sekitar Rp 600 miliar per tahun. (tk/ant)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA