Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok Rokan

Blok Rokan

Cegah Produksi Anjlok, Alih Kelola Blok Rokan Harus Dipercepat

Retno Ayuningtyas, Rabu, 11 September 2019 | 13:36 WIB

JAKARTA, investor.id – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak proses transisi pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero), bisa dipercepat sebelum kontraknya berakhir pada 2021. Percepatan ini dinilai harus dilakukan guna menghindari nasib Blok Rokan seperti Blok Mahakam yang produksi migasnya turun signifikan.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menuturkan, transisi Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina harus dipastikan berjalan lancar, sehingga anjloknya produksi migas seperti terjadi di alih kelola Blok Mahakam tidak terjadi. Untuk itu, pihaknya meminta agar proses transisi dilakukan secepatnya, tidak perlu menunggu kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) Blok Rokan berakhir tahun 2021.

“Komisi VII DPR mendesak kepala SKK Migas untuk mendorong Pertamina dan CPI melakukan langkah-langkah alih kelola Blok Rokan dalam waktu secepatnya atau pada minggu depan,” kata dia membacakan salah satu kesimpulan rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Selasa (10/9/2019) malam.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Muhamad Nasir menambahkan, masyarakat Riau telah menanti pengalihan pengelolaan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina ini. Pasalnya, selama Chevron beroperasi di blok tersebut, masyarakat daerah merasa tidak menikmati hasilnya. “Jadi ketegasan saja, minggu ini (proses alih kelola) selesai, secara prinsip administrasi,” tegas dia.

Pada kesempatan itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, pembahasan proses alih kelola Blok Rokan sudah dimulai. Terkait desakan dari Komisi VII DPR, pihaknya menyambut baik. “Saya pikir keinginan itu sangat bagus. Ini bisa digunakan menjadi fondasi, karena sudah ada desakan (alih kelola),” ujar Dwi.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu juga menuturkan, proses alih kelola Blok Rokan ini sudah dimulai pihaknya bersama Chevron. Namun, proses ini membutuhkan waktu lantaran Chevron masih harus memberikan data-data subsurface blok tersebut kepada Pertamina dan keduanya masih harus menyepakati skema transisi ini.

“Yang penting adalah menyediakan pengadaan untuk pengeboran pada 2020. Lalu membahas skema bisnis, model bisnisnya, karena perlu dilakukan kesepakatan,” kata dia.

Blok Rokan pada masa kejayaannya tahun 1973, mampu memproduksi minyak hampir menyentuh 1 juta barel per hari (bph). Namun, produksi blok migas ini terus turun seiring berjalannya waktu.

Tahun 2011, Blok Rokan masih menghasilkan minyak sekitar 356,98 ribu bph atau berkontribusi 39,56% dari total produksi minyak nasional saat itu sebesar 902,35 bph. Namun, pada akhir Juni lalu, produksi minyak blok ini tinggal 194 ribu bph atau 25,79% dari total produksi nasional 752 ribu bph.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA