Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Sejumlah pekerja melintas di areal produksi gas milik PGN di Banten, Jawa Barat, baru-baru ini.  Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN.

Ilustrasi: Sejumlah pekerja melintas di areal produksi gas milik PGN di Banten, Jawa Barat, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN.

ConocoPhilip Setop Produksi Gas Selama Satu Pekan

RAP, Selasa, 26 Februari 2019 | 17:03 WIB

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan ConocoPhillips (Copi) sedang melalukan pemeliharaan Lapangan Suban selama satu pekan. Suban merupakan salah satu lapangan di Blok Corridor yang terletak di Kabupaten Muba, Sumatera Selatan.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan, Planned Maintenance ConocoPhillips (CPGL) dilaksanakan sejak 23 Febuari hingga 1 Maret 2019 di Suban dan Corridor hingga 28 Febuari nanti. Kegiatan ini berdampak pada penghentian sementara produksi gas dari blok migas ini.

“Rencana shut down ini telah dikoordinasikan oleh CPGL kepada para pembelinya dari Oktober 2018. Dengan kondisi tersebut CPGL telah melakukan pengalokasian gas berdasarkan sumber gas,” kata Wisnu di Jakarta, Senin (25/2).

Wisnu menuturkan, dampak dari kegiatan perawatan ini, pasokan gas ke tiga sektor konsumen menjadi tersendat ke pihak pembeli. Pertama, pasokan gas ke PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk kebutuhan lifting migas sebesar 90 miliar british thermal unit per hari (bbtud). Kemudian, pasokan ekspor gas ke Singapura sebesar 170 bbtud. Terakhir, pasokan gas untuk PLN di area batam melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebesar 10 bbtud.

“PGN dari kepemilikan alokasinya saat ini bisa memasok ke Batam sebesar 25 bbtud, sebanyak 14 bbtud untuk PLN Batam dan 11 bbtud untuk industri,” ujarnya.

Dikatakannya, penghentian produksi gas ini untuk menjaga kehandalan pasokan gas dan perbaikan USM Valve Replacement. ConocoPhilip sudah melakukan antisipasi kekurangan pasokan gas untuk pembangkit listrik di Batam. Upaya yang dilakukan yakni dengan mengalihkan jatah ekspor ke Singapura kepada PGN.

“Untuk menambah pasokan gas ke Batam khususnya sektor kelistrikan Batam dan Bintan yang masih kekurangan gas sebesar 10-17 bbtud, CPGL menambah pasokan gas ke Batam dengan mengalihkan pasokan gas yang ke GSPL,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA