Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

DPR Minta Pertamina Sediakan LPG 5,5 Kg

Gora Kunjana, Senin, 24 Oktober 2016 | 14:36 WIB

JAKARTA- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Pertamina memastikan ketersediaan elpiji Bright Gas di daerah untuk mengantisipasi pelaksanaan distribusi tertutup elpiji kemasan 3 kilogram (kg) yang diperkirakan memicu migrasi konsumen ke produk elpiji kemasan 5,5 kg tersebut.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Senin, mengatakan migrasi konsumen ke elpiji 5,5 kg akan semakin meningkat seiring kebijakan distribusi tertutup yang akan dilakukan pemerintah untuk elpiji 3 kg.

Potensi peningkatan pengguna elpiji 5,5 kg berasal dari 38,97 juta rumah tangga yang dianggap tidak berhak menerima subsidi elpiji melalui distribusi tertutup.

"LPG tabung gas 5,5 kg adalah ide cerdas Pertamina untuk menghindari penyelewengan elpiji tiga kg di lapangan, karena itu Pertamina mesti siap dengan pasokan LPG 5,5 kg," katanya.

Saat ini penerima tabung perdana LPG bersubsidi di Tanah Air berjumlah 54,9 juta rumah tangga. Sesuai dengan data sementara dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), penerima subsidi LPG tiga kg lewat mekanisme distribusi tertutup adalah sebanyak 15,96 juta rumah tangga. Untuk itu, diperlukan produk gas nonsubsidi yang bisa mengakomodasi 38,97 juta rumah tangga lain, yang dianggap tak berhak menikmati distribusi LPG tertutup.

Anggota Komisi VII DPR lainnya, Harry Poernomo dari Fraksi Partai Gerindra juga mendukung Pertamina untuk fokus mengembangkan produk LPG nonsubsidi seperti LPG kemasan 5,5 kg dengan brand Bright Gas dibandingkan mengeluarkan produk baru.

Model pemasaran bahan bakar minyak (BBM) dengan varian premium, pertalite dan pertamax bisa juga diterapkan di elpiji dengan produk 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg. Apalagi saat ini tidak sedikit konsumen yang mulai memakai LPG 5,5 Kg.

"Warga yang mampu tidak usah lagi menggunakan barang-barang subsidi, mereka mulai migrasi ke nonsubsidi. Kalau konsumen yang mampu membeli LPG subsidi seperti LPG kemasan tiga kg, akibatnya terjadi subsidi salah sasaran karena model distribusinya dilakukan terbuka," katanya.


Siap tingkatkan stok

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro –seperti dilansir Antara-- mengatakan pihaknya siap meningkatkan stok Bright Gas 5,5 kg dan elpiji nonsubsidi lainnya sehingga masyarakat konsumen terutama kelas menengah ke atas, memiliki lebih banyak pilihan produk elpiji untuk kebutuhannya.

"Kami siap sediakan produk LPG sesuai dengan preferensi masyarakat konsumen yang sudah tidak menggunakan elpiji tiga kg," katanya.

Bright Gas yang merupakan LPG nonsubsidi kemasan 5,5 kg yang menyasar konsumen menengah ke atas di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Berdasarkan data Pertamina, sepanjang semester I 2016 volume penjualan LPG 5,5 kg mencapai 43.271 metrik ton (MT). (gor)

BAGIKAN