Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas penyaluran BBM ke daerah 3 T  (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

Aktivitas penyaluran BBM ke daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

PERLU BERTAHAP DAN TIDAK MENCIPTAKAN GEJOLAK SOSIAL

DPR Respons Positif Rencana Penghapusan Premium

Selasa, 17 November 2020 | 10:35 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah berencana untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium (RON-88). Hal ini mendapat respons positif dari banyak pihak termasuk DPR demi lingkungan yang lebih baik."Sebagai pimpinan Komisi VII DPR RI, kami menyambut positif rencana menghapus premium karena memang perlu ada peningkatan kualitas bahan bakar kita. Sesuai program blue sky untuk BBM yang lebih ramah lingkungan," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/11).

Meski begitu, Eddy menekankan beberapa catatan penting untuk pemerintah. Pertama, penghapusan BBM premium dilaksanakan bertahap, agar tidak terjadi gejolak sosial. "Harus ada langkah- langkah jelas dan terukur untuk mencegah kelangkaan premium di daerah-daerah tertentu. Karena hal tersebut bisa menimbulkan keresahan masyarakat," ungkap Sekjen DPP PAN tersebut.

Catatan kedua, Eddy meminta pemerintah mempertahankan ketersediaan BBM premium di daerah-daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar."Sebaiknya BBM premium tersebut harus tetap ada di daerah-daerah 3T tersebut. Karena masih banyak warga pengguna minyak tanah. Artinya, kita harus melaksanakan kebijakan ini secara selektif dan progresif," tambah dia.

Eddy mengapresiasi Pertamina karena dianggap telah melaksanakan program tersebut dengan baik. Salah satunya dengan memberikan diskon atas harga dari BBM dengan RON di atas 92. "Dengan kebijakan diskon tersebut, masyarakat pun pada hari ini sudah berangsur-angsur berpindah dari premium ke BBM jenis lebih tinggi, seperti pertalite dan pertamax. Saat ini di sejumlah daerah seperti Subang dan Tegal, kita sudah tidak melihat penjualan BBM premium. Ternyata masyarakat bisa menerimanya dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Eddy berharap, ke depannya, pengurangan BBM premium bisa dilaksanakan secara bertahap di daerah-daerah tertentu seperti Jawa, Bali, dan Sumatera. "Sehingga target pengurangan emisi dari sektor transportasi bisa terlaksana tanpa gangguan serta gejolak sosial lainnya," tutup Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur tersebut.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN