Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SKK Migas

SKK Migas

EOR Sukses, Produksi Blok Rokan Kembali Melejit

Retno Ayuningtyas, Rabu, 11 September 2019 | 14:11 WIB

JAKARTA, investor.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, produksi minyak dari Blok Rokan bisa meningkat jika kegiatan pengurasan tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) sukses. Implementasi EOR secara penuh ini ditargetkan bisa dimulai tahun 2023.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizona Suardin menuturkan, setelah mengambil alih pengelolaan Blok Rokan, PT Pertamina (Persero) dapat melanjutkan EOR metode injeksi surfaktan yang telah dimulai oleh PT Chevron Pacific Indonesia. Namun, Pertamina belum dapat melanjutkan tahapan EOR ini langsung diterapkan untuk seluruh lapangan.

“Chemical EOR ini bisa diteruskan, setelah dioperasikan Pertamina. Tetapi pilot ke full field itu baru tahun 2023-2024,” kata dia di Jakarta, Selasa (10/9/2019) malam.

Baca juga: Cegah Produksi Anjlok, Alih Kelola Blok Rokan Harus Dipercepat

Dia menjelaskan, proses implementasi EOR ada beberapa tahapan, dimulai dari tes di laboratorium untuk jenis surfaktan yang digunakan, proyek uji coba (pilot project), hingga penerapan di satu lapangan. Saat ini, EOR di Blok Rokan telah sampai tahap uji coba di lapangan. Jika setelah evaluasi hasil uji coba ini memenuhi kriteria, EOR bisa langsung diterapkan untuk satu lapangan penuh.

“Sudah ada minyak yang dihasilkan kalau dengan field trial, tetapi kecil. Dari hasil ini (field trial), 17-22% minyak yang bisa diangkat dari reservoir,” jelas Jafee.

Namun, sebut Jafee, kegiatan EOR ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Pada tahap field trial ini, pihaknya menghitung biaya yang telah dikucurkan mencapai US$ 224,4 juta. Biaya ini akan membengkak hingga miliar dolar AS begitu EOR dilakukan secara penuh (full scale). Karena itu, tahap ini menunggu setelah Pertamina resmi memegang pengelolaan Blok Rokan.

Sementara itu, Gus Irawan Pasaribu Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan, biaya yang sudah dibayarkan negara (cost recovery) harus dipertanggungjawabkan. Hasil dari tes dan tahap EOR yang telah dilakukan Chevron harus dapat digunakan dan dilanjutkan oleh Pertamina. Chevron harus menyerahkan seluruh data yang dimilikinya terkait hal ini.

“Ini barang (EOR) jangan sampai nanti Pertamina jadi operator malah enggak jalan. Harus dipastikan betul Pertamina menerima semua datanya, hasilnya, karena ini kan negara yang punya sudah dibayarkan semuanya,” tegas dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN