Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Harga Batu Bara September di Level Terendah

Rangga Prakoso, Senin, 9 September 2019 | 19:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) September 2019 sebesar US$65,79/ton. Harga tersebut lebih rendah 9,4% dibandingkan HBA di Agustus lalu yang berada di level US$72,67/ton. Namun posisi HBA September ini tercatat paling rendah dalam kurun dua tahun terakhir. Harga batu bara terus melemah sejak awal 2019 kemarin.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan harga batu bara di September ini mengalami tekanan dibandingkan bulan sebelumnya. Padahal HBA Agustus sempat naik tipis US$0,75/ton dibandingkan HBA pada Juli kemarin. "HBA September ditetapkan US$65,79/ton," kata Agung di Jakarta, Senin (9/9).

Agung menuturkan penetapan HBA merujuk pada index pasar internasional. Ada 4 index yang dipakai Kementerian ESDM yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Adapun bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA. Artiannya pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh pasar internasional.

Dia mengungkapkan pergerakan harga dipengaruhi oleh tingkat permintaan dari Tiongkok. Saat ini negeri Tirai Bambu itu sedang menggenjot produksi batu bara dalam negerinya. Alhasil Pemerintah Tiongkok mengeluarkan kebijakan pembatasan impor batu bara. Hal serupa pun dilakukan oleh Pemerintah India yang meningkatkan produksi batu bara dalam negeri.

"Faktor lainnya yaitu masih berlanjutnya perang dagang antara negara Tiongkok dan Amerika Serikat serta menurunnya permintaan batu bara dari benua Eropa," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA