Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orias Petrus Moedak

Orias Petrus Moedak

Holding BUMN Indonesia Baterai Segera Terbentuk

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:42 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indonesia segera memiliki holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggarap industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang diberi nama PT Indonesia Baterai. Konsorsium yang terdiri atas MIND ID, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), akan menggarap proyek terintegrasi dengan investasi mencapai sekitar US$ 12 miliar. Nantinya konsorsium ini akan menggandeng mitra dari Tiongkok maupun Korea Selatan.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan pembentukan konsorsium ini merupakan arahan dari pemerintah. Dia menyebut para anggota konsorsium itu sedang menyusun skema pembentukan Holding PT Indonesia Baterai. "MIND ID dan Antam menangani sektor hulu tambang, produk intermediate hingga hilir dikelola Pertamina dan PLN," kata Orias dalam webinar di Jakarta, Selasa (13/10).

Orias mengungkapkan Holding Indonesia Baterai akan menggandeng mitra dan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture). Ada dua calon mitra yang dalam proses penjajakan yakni asal Tiongkok dan Korea Selatan. Hanya saja Orias belum mau memaparkan calon mitra tersebut. Dia hanya menjelaskan investasi yang bakal ditanamkan mencapai US$ 12 miliar.

"Dari hulu ke hilir, dari tambang sampai pada batterai pack, untuk dua perusahaan calon mitra. Sekitar US$ 12 miliar, jadi ada yang US$ 5 miliar, ada yang US$ 7 miliar, tergantung size-nya. Sedang dibicarakan, mudah-mudahan bisa segera tercapai," ungkapnya.

Dia menyebut sumber pendanaan proyek tersebut akan dipenuhi melalui ekuitas para pemegang saham serta dari pinjaman perbankan. Orias berharap ada perbankan dalam negeri yang ikut mendanai proyek tersebut. Bila tidak ada yang berminat, maka pendanaan terpaksa akan ditutupi dari pinjaman global.

"Jangan sampai untuk mengembangkan ini (nikel menjadi baterai), perbankan tidak berpihak, itu akan sulit. Nanti mau nggak mau pinjam dari luar negeri. nanti jadi isu lain lagi kalau terlalu sering pinjam ke luar negeri," ujarnya.

Orias menerangkan pabrik komponen baterai kendaraan listrik akan dibangun di Maluku Utara atau Konawe Utara. Investasinya diperkirakan mencapai US$ 3 miliar dengan metode yang digunakan yakni High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Dia menegaskan bahan baku pabrik tersebut mencukupi, mengingat MIND ID menguasai 30,4% cadangan nikel di Indonesia. Pasalnya dalam MIND ID ada Antam dan beberapa waktu lalu telah mengakuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk.

"Dari kami mengharapkan, apa yang dikerjakan BUMN menyediakan sampai ke baterai, disambut juga dari sisi industrinya. Ini PR besar supaya jangan berhenti sampai baterai. Yang memanfaatkan baterai juga diproduksi, misalnya kendaraaan, produksi di dalam negeri," imbuhnya.

Dikatakannya industri hilir untuk kendaraan listrik juga harus tercipta di dalam negeri. Dengan begitu akan memberi efek berganda bagi nasional. Bila industri tak mampu menyerap produk yang dihasilkan, maka produk baterai akan diekspor.

"Kalau kita menghasilkan sesuatu dengan harga yang tidak terlalu mahal di dalam negeri, kemudian di beli perusahaan luar negeri, itu sama saja memberikan subsidi secara tidak langsung," ujarnya.

Di acara yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin menuturkan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian terkait pengembangan industri hilirisasi nikel. "Tidak hanya bicara sana sini tapi cari pemain yang kita bisa bina industrinya," ujarnya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN