Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Inalum Cukup 7 Tahun Lunasi Utang US$ 3,85 Miliar dari Dividen Freeport

Oleh Rangga Prakoso dan Nurjoni, Rabu, 18 Juli 2018 | 13:01 WIB

JAKARTA – PT Inalum (Persero) dapat membayar utang sebesar US$ 3,85 miliar dari dividen yang diperoleh dalam tujuh tahun pada periode 2019-2025 atas kepemilikan 51% saham di PT Freeport Indonesia (PTFI). Utang tersebut merupakan pinjaman Inalum untuk pembelian 45,62% saham PTFI senilai US$ 3,85 miliar yang dibayar tunai kepada PTFI.


Jika mengacu data proyeksi laba PTFI yang diperoleh Investor Daily, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut diproyeksikan mencetak laba bersih US$ 9,13 miliar selama periode 2019-2025.


Dengan kepemilikan 51% saham PTFI, Inalum akan menerima dividen US$ 4,66 miliar selama periode tersebut. Artinya, angka itu lebih tinggi dari nilai pembelian 45,62% saham PTFI sebesar US$ 3,85 miliar.


Berdasarkan data bursa Nasdaq, harga saham Freeport Mc- Moran Inc, induk PTFI di AS, pada perdagangan kemarin berada di level US$ 16,94-16,57, naik hampir 1%. Price to earning ratio (PER) saham perusahaan tambang global berkode FCX itu mencapai 10,92 kali, dengan earning per share (EPS) US$ 1,55 per saham.


Tahun lalu, PER saham Freeport mencapai 14,33 kali, tahun ini diestimasikan mencapai 8,39 kali, tahun depan 11,81 kali, dan pada 2020 mencapai 8,51 kali. Kapitalisasi pasar (market cap) Freeport saat ini mencapai US$ 24,51 miliar.


Pada kuartal I-2018, Freepor t McMoran membukukan laba bersih US$ 692 juta (sekitar Rp 9,6 triliun), melonjak lebih dari dua kali lipat dari capaian periode sama 2017 sebesar US$ 228 juta. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), PER emiten sektor pertambangan saat ini rata-rata mencapai 13 kali. (ts)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/tak-semua-cadangan/177960

BAGIKAN