Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Jelang Akhir Tahun Harga Batu Bara Rebound

Rangga Prakoso, Selasa, 5 November 2019 | 16:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Menjelang akhir tahun harga batu bara bergerak naik. Hal ini seiring dengan bertambahnya permintaan dalam memasuki musim dingin. Harga batu bara acuan (HBA) pada November 2019 ini ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar US$66,27/ton. Besaran harga tersebut naik tipis dibanding Oktober yang ditetapkan sebesar US$64,80/ton.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan harga batu bara di November naik sekitar 2,2% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. "HBA November ditetapkan US$66,27/ton," kata Agung di Jakarta, Selasa (5/11).

Agung menuturkan penetapan HBA merujuk pada pergerakan harga batu bara dunia. Penetapan HBA merujuk pada index pasar internasional. Ada 4 index yang dipakai Kementerian ESDM yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59.

Adapun bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA. Dia mengungkapkan naiknya harga di November sudah diprediksi sebelumnya lantaran banjir yang melanda di India. Namun dia menjelaskan menguatnya harga kali ini juga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan seiring memasuki musim dingin.

"HBA meningkat tipis di banding bulan lalu karena ada peningkatan permintaan menjelang musim dingin," tuturnya.

Berdasarkan catatan Investor.id, melorotnya harga batu bara sudah dimulai sejak September 2018 kemarin. Kala itu HBA berada di posisi US$104,81/ton. Kemudian terkoreksi di bulan berikutnya jadi US$100,89/ton dan berlanjut di November sebesar US$97,90/ton.

Penutupan 2018 pun harga masih melemah di level US$92,51/ton. Sementara di awal 2019 tren penurunan harga masih terjadi lantaran HBA berada di posisi US$92,41/ton.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA