Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ignasius Jonan. Foto: IST

Ignasius Jonan. Foto: IST

Jonan Kampanye Penggunaan Kompor Listrik

Rangga Prakoso, Senin, 12 Agustus 2019 | 14:29 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menggunakan kompor listrik untuk kebutuhan rumah tangganya. Dia mengungkapkan kompor induksi yang digunakan memiliki empat tungku.

"Kami sekeluarga sudah menggunakan kompor listrik. Kompor induksi dengan 4 tungku dan dapur menjadi lebih bersih," kata Jonan di Jakarta, Senin (12/8).

 

Mantan Menteri Perhubungan itu mengungkapkan kompor listrik yang digunakan menggunakan energi berasal dari sumber-sumber di dalam negeri. Artinya menggunakan energi dari pembangkit listrik yang ada di Indonesia.

Pengggunaan kompor listrik tersebut tak lagi menggunakan LPG sebagaimana kompor gas konvesional. Menurut dia, penggunaan kompor induksi membantu negara dalam menekan impor LPG.

"Saya juga tidak membebani negara yang harus mengimpor LPG selama ini sebanyak 4,5 sampai 5 juta ton setahun. Ayo gunakan kompor listrik," ujarnya.

Kompor induksi merupakan kompor listrik yang di tengahnya terdapat piringan pengantar panas. Berdasarkan penelusuran di situs jual beli online, harga kompor listrik, konsumsi listrik dan jenis kompor listrik ini cukup bervariasi, mulai dari sekitar Rp200.000 dengan konsumsi listrik 300 Watt hingga harga di atas Rp 1 juta tergantung dari merk, fitur/aksesoris dan juga kapasitas.

Dalam berbagai kesempatan, Jonan menerangkan kompor listrik merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kemandirian energi, sesuai dengan KEN.

"Ini sesuai Kebijakan Energi Nasional itu adanya kemandirian energi karena listriknya dihasilkan dari batubara, dari gas dalam negeri, dari air, angin, dan sebagainya. Jadi ini mohon juga didukung," tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN