Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jonan: Penerima Subsidi Listrik Mungkin Bertambah

Rabu, 21 Juni 2017 | 14:19 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Menteri ESDM Ignatius Jonan mengatakan, jumlah pelanggan dengan daya 900 VA yang bakal termasuk sebagai penerima subsidi listrik mungkin bakal bertambah setelah diverifikasi dan akan diajukan dalam RAPBN-P 2017.

"Ada tambahan 2,4 juta pelanggan 900 VA yang sedang diverifikasi apakah mereka ini juga perlu mendapatkan subsidi," kata Ignatius Jonan dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Sebelumnya dari sekitar 23 juta orang yang merupakan pelanggan dengan daya 900 VA, ada sekitar 19 juta pelanggan yang awalnya dinyatakan tidak layak mendapatkan subsidi, dan sekitar 4,1 juta pelanggan dinyatakan tetap layak.

Namun, ujar Menteri ESDM, dari hasil verifikasi diperkirakan ada tambahan 2,4 juta pelanggan sehingga bila mereka juga dinilai perlu mendapatkan subsidi maka akan menjadi sekitar 6,5 juta pelanggan untuk ukuran daya 900 VA yang bakal disubsidi, yang juga bakal dipaparkan dalam usulan RAPBN-P ke Komisi VII DPR RI.

Dengan kenaikan jumlah pelanggan 900 VA yang bakal menerima subsidi, diperkirakan juga akan ada kenaikan alokasi anggaran untuk subsidi listrik.

Jonan juga memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan tarif listrik lagi pada periode 1 Juli hingga akhir tahun ini untuk semua golongan, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Sedangkan terkait pengaduan dari masyarakat, dia mengungkapkan bahwa selain masyarakat yang mengeluhkan pencabutan subsidi, ada pula yang menulis surat secara sukarela bahwa mereka menilai diri mereka tidak perlu disubsidi.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Hadi M Djuraid menyatakan, data terkait warga yang mampu atau tidak mampu terkait dengan subsidi listrik berada di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Data masyarakat mampu tidak mampu ada di sana. Kami hanya mengikuti data yang ada di sana," kata Hadi.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penyesuaian tarif listrik pelanggan 900 VA secara bertahap per dua bulan, yaitu pada 1 Januari, 1 Maret, dan 1 Mei 2017.

Untuk pelanggan dengan daya 450 VA yang jumlahnya sekitar 23 juta pelanggan itu tetap mendapatkan subsidi listrik.

Menteri Jonan dalam sejumlah kesempatan juga menyatakan, pencabutan subsidi 900 VA bagi mereka yang dianggap mampu adalah dalam rangka mengalihkan anggaran itu untuk membangun 2.500 desa yang belum teraliri listrik.

"Kalau ditanya efektif atau tidak, ya pelan-pelan lah. Kalau yang dianggap sudah tidak disubsidi sebaiknya tidak perlu disubsidi. Sehingga uangnya kan bisa untuk pengembangan kelistrikan ke daerah-daerah yang masih membutuhkan," kata Jonan ketika mengunjungi Depo BBM di Plumpang, Jakarta, Rabu (14/6).

Menteri ESDM menjelaskan masih ada sebanyak 2.500 desa di Indonesia belum teraliri listrik sama sekali. Selain itu masih banyak 10.000 desa yang aliran listriknya masih minimal. Oleh karena itu pembangunan merata diperlukan untuk dapat mewujudkan energi berkeadilan. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN