Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Kebijakan B20 Hemat Devisa US$ 1,66 Miliar

Senin, 12 Agustus 2019 | 15:12 WIB

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, mengatakan kebijakan Biodiesel 20 (B20) sepanjang Januari hingga Juli 2019, berhasil menghemat devisa sebesar 1,66 miliar dolar AS atau setara dengan nilai Rp23,6 triliun.

"Kalau kita melihat harga MoPS untuk diesel dikalikan volume FAME (Fatty Acid Methyl Eter) yang sudah terdistribusikan itu sekitar 97%, maka penghematannya itu sekitar 1,66 miliar dolar dari Januari sampai Juli," kata Arcandra Tahar usai menghadiri rapat koordinasi B20 di Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara..

Dia menjelaskan penghematan devisa tersebut diperoleh karena adanya pengurangan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah.

"Itu dari berkurangnya impor solar," ujarnya.

Arcandra Tahar. Foto: EMRAL
Arcandra Tahar. Foto: EMRAL


Arcandra menyebutkan bahwa sepanjang tahun ini pemerintah menyiapkan 6,2 juta kiloliter B20 dengan target penyerapan mencapai 100%.

Adapun sejak Januari hingga Juli 2019, volume penggunaan B20 telah mencapai 2,95 juta kiloliter atau 44% dari total kuota tersebut.

"Pencapaian (penyerapan) itu sudah 97,4% dari target," ujarnya.

Angka pencapaian 97,4% sejak Januari hingga Juli 2019 itu menunjukkan bahwa realisasi program mandatori B20 belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 100%.

Program mandatori merupakan langkah pemerintah mewajibkan campuran 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis solar. Program ini telah dimulai sejak Januari 2016, bertujuan menghemat devisa dan mengoptimalisasi bahan baku lokal kelapa sawit.

Penerapan kebijakan ini juga menjadi bukti pemerintah serius untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk menjaga ketahanan energi nasional. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN