Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bus listrik hasil produksi dalam negeri buatan PT Mobil Anak Bangsa. Foto: dok. Garuda Indonesia

Bus listrik hasil produksi dalam negeri buatan PT Mobil Anak Bangsa. Foto: dok. Garuda Indonesia

Kendaraan Listrik Operasional PLN Buatan Anak Bangsa

Rangga Prakoso, Rabu, 6 November 2019 | 13:16 WIB

JAKARTA, investor.id – Kendaraan operasional PT PLN (persero) akan menggunakan kendaraan listrik buatan dalam negeri. Hal ini diawali dengan nota kesepahaman (MoU) antara PLN dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) di kantor PLN Pusat, hari ini.

Penandatangan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Presiden Direktur MAB Leonard. Acara tersebut disaksikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Inten mengatakan MoU ini menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah untuk mempercepat kendaraan listrik. Dia mengungkapkan anak usaha PLN yakni PT Indonesia Power dan PT Pembangkit Jawa Bali segera mensubtitusi kendaraan operasional yang menggunakan bahan bakar minyak menjadi berbasis listrik. Kendaraan tersebut merupakan buatan MAB.

"Terlebih MAB merupakan produk lokal Indonesia. Tentu dukungan kami sangat besar untuk hal ini," kata Inten di Jakarta, Rabu (6/11).

Inten menuturkan PJB akan mengganti bus operasional antar jemput karyawan sebanyak delapan unit, kemudian starwargon delapan unit serta beberapa sepeda motor listrik. Sementara Indonesia Power akan menggunakan 11 bus listrik dalam dua tahun ke depan.

"Kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan tapi yang penting jualannya listrik harus pakai mobil listrik," ujar dia.

Sementara itu, Leonard mengungkapkan MAB ini belum 100% buatan anak bangsa. Pasalnya sejumlah komponen seperti motor, baterai sistem kontrol saat ini belum bisa diproduksi dalam negeri.

Namun dia mengungkapkan sejumah ahli dan pakar sudah digandeng untuk melakukan riset. Dia berharap Maret 2020 nanti sudah bisa membuat motor sendiri yang kemudian diujicoba serta disertifikasi.

"Bahan baku ada disini, kami develop bahan baku jadi baterai. Komponen dalam negeri 40%. Mudah-mudahan kedepan bisa 60% lebih," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA