Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok Masela

Blok Masela

Kilang LNG Masela Dibangun di Kepulauan Tanimbar

Retno Ayuningtyas, Selasa, 5 November 2019 | 21:25 WIB

JAKARTA, investor.id  – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk Proyek Lapangan Abadi, Blok Masela akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Proyek LNG Abadi ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Penetapan lokasi ini ditandai dengan penyerahan Surat Permohonan Penetapan Lokasi dan Surat Rekomendasi Gubernur oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto kepada Gubernur Maluku Murad Ismail di Ambon, Senin (4/11) lalu. Penyerahan surat permohonan ini turut disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury.

Dwi mengatakan, Inpex perlu memperhatikan tiga hal dalam menggarap Proyek LNG Abadi, yakni kualitas, jadwal, dan biaya. Pasalnya, kualitas proyek menjadi penting mengingat kilang LNG yang dibangun ini akan beroperasi dalam waktu yang lama atau setidaknya hingga 2055.

Schedule itu juga penting, karena semakin cepat selesai maka hasilnya akan cepat kita nikmati, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemda dan masyarakat sekitar. Namun demikian untuk melakukan keduanya tetap harus memperhatikan cost atau biaya. Harus menggunakan biaya yang efesien,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (5/11).

Gubernur Maluku Murad Ismail mendukung penuh pembangunan Proyek LNG Abadi tersebut. Bahkan, pihaknya mendorong adanya percepatan pembangunan proyek tersebut, agar dampak berganda dan manfaat proyek senilai US$18-20 miliar ini dapat segera dirasakan masyarakat.

“Saya ingin pada 2020, Amdal dan pengadaan lahan dapat selesai. Sehingga di tahun berikutnya kegiatan fisik sudah dapat dimulai. Harapannya produksi gas bumi dapat disegerakan,” ujarnya. Pemprov Maluku, tambahnya, siap untuk memberikan dukungan untuk mempercepat penyelesaian Amdal dan pengadan lahan.

Sebelumnya, pasca mendapat persetujuan POD, Vice President Corporate Services INPEX Masela Ltd Nico Muhyiddin mengatakan bahwa pihaknya tengah merampungkan penyusunan analisis dampak lingkungan (Amdal). Pihaknya telah melakukan konsultasi publik ke masyarakat di sejumlah desa yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan kini tengah menyusun kerangka acuan.

“Setelah Amdal, kami akan mengerjakan FEED (front end engineering design/desain rinci). Dari hasil FEED, kami akan tahu kapalnya seperti apa, modelnya seperti apa, baru FID (final investment decision/keputusan akhir investasi),” ujar Nico.

Pada saat yang sama, dia juga sempat menuturkan, pihaknya menyusun pemetaan calon pembeli gas dari Proyek Abadi. Sejumlah perusahaan menjadi kandidat pembeli gas ini adalah PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pihaknya akan mencari pembeli baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami sudah menanyakan mereka butuh gasnya berapa, kualitasnya yang mana. Tetapi belum ada kontraknya,” kata dia.

Setelah FID tercapai, Proyek Abadi akan masuk tahap konstruksi. Pada tahap konstruksi, Inpex harus mengerjakan sejumlah kegiatan, mencakup pembangunan dan pengoperasian sumur gas bawah laut dan konstruksi fasilitas Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF) di lepas pantai Arafura. Selanjutnya, Inpex juga membangun fasilitas produksi, penampungan dan bongkar muat terapung (Floating Production, Storage and Offloading/FPSO), pipa gas bawah laut dari FPSO ke fasilitas penerima gas (Gas Receiving Facility/GRF) di darat, serta kilang LNG di darat.

SKK Migas menargetkan Proyak Abadi akan mulai berproduksi pada 2027. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 9,5 juta ton per tahun dalam bentuk gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan 150 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) untuk gas pipa.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA