Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rida Mulyana. Foto: ebitke.esdm.go.id

Rida Mulyana. Foto: ebitke.esdm.go.id

Lebaran, Konsumsi BBM Diperkirakan Naik 15%

RAP, Selasa, 14 Mei 2019 | 21:08 WIB

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama jelang dan sesudah Idul Fitri 2019 sekitar 15%.

Selain itu ketersediaan LPG pun ditingkatkan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan. Sementara itu konsumsi listrik selama libur Lebaran tahun ini diperkirakan turun 5%.

Ketua Posko Nasional Lebaran Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, monitoring ketersediaan energi selama jelang dan sesudah Lebaran dilakukan sejak 21 Mei hingga 21 Juni mendatang. Hal ini dilakukan lantaran perlu persiapkan lebih matang dalam menjamin ketersediaan energi.

"Memang kita jauh lebih panjang, ya. H-15 dan H+15 kami sudah mulai standby. yang akan dilakukan monitoring hari per hari kondisi di lapangan. Berkoordinasi dengan stakeholder yang lain," kata Rida dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (13/5).

Rida menuturkan, posko nasional sudah memiliki prognosa mengenai puncak konsumsi BBM jelang Lebaran yakni pada H-5. Sementara puncak konsumsi BBM pada arus balik diperkirakan pada 8-9 Juli. Hal ini dengan asumsi kegiatan perkantoran dan industri kembali aktif pada 10 Juni. Dia menegaskan ketersediaan BBM mencukupi selama libur Lebaran tersebut.

Dia kemudian memaparkan laporan Pertamina mengenai stok BBM data terakhir yang di atas 20 hari. Rinciannya, untuk BBM jenis Premium pasokannya aman hingga 21 hari atau stoknya mencapai 1.118.277 kiloliter (kl). Begitu juga dengan Pertalite yang mencapai 21 hari atau 1.103.505 kl.

Untuk Pertamax cukup untuk 22 hari atau setara 902.819 kl. Pertamax turbo 58 hari atau 34.585 kl. Solar atau biosolar 26 hari atau 1.983.640 kl. Kemudian Dexlite stoknya cukup untuk 27 hari atau sekitar 45.305 kl. Pertamina Dex 35 hari atau 36.437 kl. Kerosene 69 hari atau 108.863 kl. Serta Avtur 48 hari atau sekitar 615.512 kl. "Selain Pertamina untuk badan usaha lain juga melaporkan stok untuk Ramadhan dan lebaran stoknya cukup," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan peningkatan konsumsi BBM gasoline sekitar 15,79% dari konsumsi normal. BBM jenis Avtur naik sekitar 8% dari konsumsi normal. Sementara konsumsi untuk Solar turun 10,45% dari konsumsi normal.

Menurunnya konsumsi Solar seiring dengan pelarangan operasi angkutan barang sejak 31 Mei hingga 10 Juni. Sedangkan konsumsi LPG naik sekitar 10-15% dari konsumsi normal. "Ketersediaan LPG selama 17 Hari Tapi pak Menteri (Ignasius Jonan) meminta ketersediaan ditingkatkan hingga 20 hari," ujarnya.

Djoko menegaskan ketersediaan BBM di jalan bebas hambatan alias tol pun dijamin ketersediaannya. Termasuk pada jalan tol yang baru beroperasi. Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi maka dia meminta Pertamina menambah nozzle pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalan tol. "Jalan tol yang baru bangun SPBU baru ada 20 nozzle harusnya 38 nozzle," pintanya.

Rida yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengungkapkan kondisi pasokan listrik secara keseluruhan mencukupi. Meski ada 9 daerah yang dalam status siaga yakni Nias, Batam, Bintan, Bangka, Lombok, Interkoneksi Kalimantan, Kendari, Ternate Tidore, Ambon, dan Jayapura.

Dia menyebut kebutuhan listrik secara nasional selama Lebaran turun hingga 5% atau sebesar 5 Giga Watt (GW). Hal ini seiring tidak beroperasinya pelanggan industri dan pelaku bisnis. "Secara umum listrik aman," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar meminta masyarakat mengantisipasi bahaya longsor di sejumlah wilayah. Adapun wilayah itu antara lain jalur Manado-Tomohon, Nagreg-Gentong- Wangon, Padang-Sungai Penuh, Wonogiri- Pacitan, Trenggalek-Tulung Agung.

Kemudian Bukit tinggi, Puncak Bogor, dan Padalarang. "Ini merupakan jalur-jalur padat di lebaran. Agar tidak terhambat. Kita menginformasikan peta rawan longsor kepada pemda setempat," ujarnya.

Rudi menuturkan posko nasional pun memonitor perkembangan aktivitas gunung seperti Gunung Agung, Gunung Sinabung, Gunung Merapi, serta beberapa gunung yang berada di daerah pariwisata.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN