Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang batubra Bukit Asam (PTBA). Foto: defrizal

Tambang batubra Bukit Asam (PTBA). Foto: defrizal

Meski Terkoresi, PTBA Tetap Raup Laba Rp 500 Miliar

Jumat, 30 April 2021 | 15:38 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 500,5 miliar pada kuartal I/2021  atau Rp 45 per lembar saham. Jika dibanding periode yang sama 2020, capaian ini mengalami penurunan sebesar 44,58% dari Rp903,25 miliar.

"Raihan laba didukung oleh pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun," kata Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (30/4). Pendapatan pada periode yang sama juga mengalami penurunan 22% dibanding kuartal I/2020 sebesar  Rp5,12 triliun.

Meski menurun, laba bersih  yang masih di area positif tersebut merupakan dampak dari upaya manajemen PTBA yang terus mendorong efisiensi. Hal ini tercermin pada biaya umum dan administrasi yang turun 19% menjadi Rp 339,33 miliar dibandingkan dengan QI-2020.

Sementara itu,  total aset perseroan meningkat 2% hanya dalam 3 bulan, dari Rp 24,1 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 24,5 triliun pada akhir QI-2021. "Peningkatan aset ini selaras dengan penurunan liabilitas dari Rp 7,1 triliun pada akhir pada tahun 2020 menjadi Rp 6,9 triliun pada akhir Kuartal I Tahun 2021. Sementara itu, total ekuitas PTBA tetap meningkat dari Rp 16,9 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 17,6 triliun pada Kuartal I Tahun 2021," ujarnya.

Total produksi batu bara PTBA selama QI-2021 mencapai 4,5 juta ton dengan penjualan sebanyak 5,9 juta ton.Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada tahun 2020 menjadi 29,5 juta ton pada tahun 2021. Perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada tahun 2020 menjadi 30,7 juta ton pada tahun 2021.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN