Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

Minyak Anjlok 2%, Khawatir Covid-19 Meluas

Sabtu, 1 Mei 2021 | 07:36 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak mentah dunia anjlok sekitar 2% pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Investor menurunkan posisi mereka setelah data impor minyak mentah Jepang melemah, dan khawatir gelombang Covid-19 di India dan Brasil memicu lockdown diperluas.

Harga minyak mentah Brent turun 1,91% ke US$ 67,25 per barel untuk kontrak Juni. Harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 2,2% ke US$ 63,58 per barel.

"Saat akhir bulan jadi ada beberapa aksi ambil untung, tapi saya pikir masalah terbesar adalah laporan yang keluar dari India tentang Covid," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. "Ketidakpastian itu membuat pasar gelisah."

India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, berada dalam krisis yang parah, dengan rumah sakit dan kamar mayat kewalahan, karena jumlah kasus Covid-19 mencapai 18 juta pada Kamis (29/4/2021). Amerika Serikat membatasi perjalanan dari negara itu, kata para pejabat Jumat (30/4/2021).

Di Jepang, pembeli minyak mentah utama lainnya, impor jatuh 25% pada Maret dari setahun sebelumnya menjadi 2,34 juta barel per hari, menurut angka pemerintah. Namun, aktivitas pabrik di negara itu berkembang pada laju tercepat sejak awal 2018.

Produksi minyak OPEC naik pada April karena lebih banyak pasokan dari Iran, melawan pakta kartel dengan sekutu untuk mengurangi pasokan.

Sebuah survei Reuters memperkirakan bahwa Brent akan mencapai rata-rata US$ 64,17 pada 2021, naik dari konsensus bulan lalu US$ 63,12 per barel .

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN