Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Harga Minyak Konsolidasi

Ilustrasi: Harga Minyak Konsolidasi

Minyak Konsolidasi, Ditutup Bervariasi

Rabu, 24 Februari 2021 | 07:27 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak konsolidasi dan ditutup bervariasi di dekat level tertinggi sepanjang tahun ini, pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Rencana pelonggaran pembatasan di Eropa, pemulihan ekonomi AS, dan kembalinya produksi minyak Texas menjadi fokus pasar minyak.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April turun tipis 3 sen menjadi US$ 61,67 per barel, masih mendekati level tertinggi sejak Januari 2020. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup naik 13 sen atau 0,2% menjadi US$ 65,37 per barel.

Kedua kontrak tersebut sempat naik lebih dari US$ 1 per barel sebelum melemah kembali. Pasar konsolidasi setelah kenaikan tajam sehari sebelumnya (Senin, 22/2/2021) yang melihat WTI dan Brent melonjak masing-masing 3,8% dan 3,7%.

Para produsen dan penyuling minyak serpih di Amerika Serikat bagian selatan perlahan-lahan melanjutkan produksi setelah 2,0 juta barel per hari (bph) produksi minyak mentah dan hampir 20% dari kapasitas penyulingan AS ditutup karena badai musim dingin minggu lalu.

Lalu lintas di alur kapal Houston perlahan kembali normal. Namun, produksi diperkirakan tidak segera dimulai kembali. Beberapa produsen serpih memperkirakan produksi minyak yang lebih rendah pada kuartal pertama.

Setelah cuaca dingin, stok minyak mentah AS juga terlihat turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan produk olahan juga menurun minggu lalu, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

“Tampaknya musim dingin yang parah minggu lalu dan pemadaman listrik di Texas dapat mempengaruhi data mingguan EIA hingga pertengahan bulan depan,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan akan pulih perlahan karena akan membutuhkan beberapa waktu bagi produksi minyak Texas untuk kembali normal setelah gangguan yang disebabkan oleh cuaca beku.

Ada juga kekhawatiran atas pemulihan ekonomi AS, yang menurut ketua Federal Reserve Jerome Powell, tetap "tidak merata dan jauh dari selesai."

Powell mengatakan pihaknya akan butuh "beberapa waktu" sebelum bank sentral mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan yang diadopsi untuk membantu negara kembali ke pekerjaan penuh.

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent akan mencapai US$ 70 per barel pada kuartal kedua dari US$ 60 yang diperkirakan sebelumnya. Pada kuartal ketiga, Brent diperkirakan mencapai US$ 75 naik dari perkiraan sebelumnya US$ 65 per barel.

Morgan Stanley memperkirakan Brent akan mencapai US$ 70 dolar AS pada kuartal ketiga. Sedangkan Bank of America mengatakan harga Brent sementara bisa melonjak menjadi US$ 70 pada kuartal kedua.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN