Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
harga minyak naik

harga minyak naik

Minyak Melambung, Brent Sempat Sentuh US$ 74/Barel

Rabu, 16 Juni 2021 | 06:57 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak melambung hampir 2% ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Minyak mendapat katalis dari ekspektasi pulihnya permintaan dengan cepat pada paruh kedua 2021, setelah sehari sebelumnya relatif stabil.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik US$1,13 atau 1,6% menjadi US$ 73,99 per barel. Patokan minyak global ini selama sesi sempat mencapai US$ 74,07 per barel, tertinggi sejak April 2019.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli naik US$ 1,24 atau 1,8% menjadi US$ 72,12 per barel. WTI mencapai tertinggi sesi pada level US$ 72,19 per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

Pedagang minyak terbesar dunia mengatakan pada Selasa (15/6/2021) bahwa mereka memperkirakan harga minyak tetap di atas US$ 70 per barel karena permintaan diperkirakan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh kedua 2022.

Kepala Eksekutif Vitol, Russell Hardy memperkirakan harga minyak akan bergerak antara US$ 70- 80 per barel untuk sisa tahun ini, dengan harapan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) menjaga disiplin pasokan. Bahkan, ketika ekspor Iran dilanjutkan jika perjanjian nuklir dengan antara AS dan Teheran disepakati.

Produsen OPEC+ secara bertahap melonggarkan pembatasan produksi dalam beberapa bulan terakhir.
"Keputusan OPEC+ untuk terlalu berhati-hati dalam mengembalikan pasokan ke pasar, apakah ini benar-benar hati-hati atau mereka sengaja menaikkan harga minyak, telah menjadi penghela utama dalam melihat Brent menembus US$ 73 per barel," kata Louise Dickson, analis pasar minyak di Rystad Energy.

Stok minyak mentah AS turun 8,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Juni, menurut dua sumber pasar, mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa (15/6/2021). Persediaan bensin naik 2,85 juta barel dan stok sulingan naik 1,96 juta barel, data menunjukkan, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS telah jatuh selama empat minggu berturut-turut, turun sekitar 3,3 juta barel pekan lalu. Data industri akan dirilis pada Selasa pukul 16.30 waktu setempat, diikuti oleh angka resmi pada Rabu pagi waktu setempat.

Investor dan pedagang juga mengamati hasil pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada Selasa (15/6/2021) untuk sinyal tentang kapan akan mulai mengurangi stimulus moneter. The Fed bersiap-siap untuk memperdebatkan bagaimana dan kapan mulai mengurangi program pembelian aset besar-besaran yang membantu mendukung ekonomi AS selama pandemi.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN