Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: harga minyak naik

Ilustrasi: harga minyak naik

Minyak Melonjak 3%, Brent Tembus US$ 43/Barel

Selasa, 17 November 2020 | 07:19 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak melonjak 3% pada hari penutupan Senin waktu setempat. Pedagang optimistis terhadap pemulihan ekonomi cepat setelah Moderna Inc mengatakan vaksin eksperimentalnya 94,5% efektif dalam mencegah Covid-19.

Minyak mentah berjangka Brent untuk Januari naik $ 1,02, atau 2,4% menjadi $ 43,80 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI) untuk Desember ditutup $ 1,21, atau 3,02%, lebih tinggi pada $ 41,34 per barel.

"Euforia vaksin telah dihargai tinggi sejak minggu lalu dan berita vaksin Moderna menunjukkan bahwa program vaksinasi skala besar, dengan jumlah yang cukup untuk populasi global, sekarang sudah lebih dekat," kata analis Rystad Energy Louise Dickson .

Pengumuman oleh Moderna datang setelah Pfizer Inc melaporkan minggu lalu bahwa vaksinnya lebih dari 90% efektif, meningkatkan harapan bahwa kerusakan yang disebabkan pandemi pada ekonomi global dapat dikurangi.

Harga juga didukung oleh data yang menunjukkan rebound ekonomi di Tiongkok dan Jepang, dengan angka yang menunjukkan bahwa kilang Tiongkok memproses rekor level harian minyak mentah di bulan Oktober.

Baik WTI dan Brent naik lebih dari 8% pekan lalu di tengah harapan vaksin dan harapan bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, akan mempertahankan produksi yang lebih rendah tahun depan untuk mendukung harga.

Grup, yang dikenal sebagai OPEC +, telah memangkas produksi sekitar 7,7 juta barel per hari (bph), dengan kepatuhan terlihat di 96% pada Oktober, dan merencanakan untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta bpd mulai Januari.

OPEC + akan mengadakan pertemuan komite menteri pada hari Selasa yang dapat merekomendasikan perubahan pada kuota produksi ketika semua menteri bertemu pada 30 November dan 1 Desember.

"Tidak dapat disangkal bahwa pasar minyak sepenuhnya di tangan OPEC +," kata kepala analis komoditas SEB Bjarne Schieldrop. Ia menegaskan, pertemuan organisasi itu pada 30 November-1 Desember tidak kalah pentingnya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN