Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Minyak Mentah K3S Tak Perlu Lagi Diekspor

Jumat, 22 Februari 2019 | 13:22 WIB

Sebelum ada peraturan yang mewajibkan, jatah minyak mentah K3S semuanya diekspor dan Pertamina membeli di luar negeri untuk dimpor kembali ke Indonesia. Dengan regulasi baru, minyak mentah jatah K3S tak perlu lagi diekspor, melainkan langsung dijual ke Pertamina.

Mulai Juli 2019, total jatah minyak mentah K3S yang sebesar 190.000-200.000 bph akan diserap Pertamina. "Kami lagi deal dengan 11 K3S untuk pembelian minyak mentah itu," ungkap Nicke.

Peraturan Menteri (Permen ESDM) No. 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri diteken Menteri ESDM Ignatius Jonan pada 5 September 2018 berisi sembilan pasal. Beleid ini diarahkan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam berupa minyak bumi untuk PT Pertamina demi keberlangsungan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Dengan turunnya impor minyak, dolar yang harus disiapkan Pertamina tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya yang mencapai US$ 150 juta per hari. Saat ini, tinggal sekitar US$ 50 juta.

Kapasitas Kilang BBM Pertamina saat ini sekitar 1 juta lebih bph. Dengan memperhitungkan kenaikan konsumsi BBM sekitar 4-5% setahun, Pertamina kini menambah kilang BBM dengan kapasitas 1 juta bpd lagi. Dengan demikian. Pada 2025, kilang BBM Pertamina akan mencapai 2 juta bph.

Selama kapasitas kilang BBM Pertamina masih belum mampu melayani kebutuhan BBM di dalam negeri, impor BBM masih dilakukan. Namun, mulai 2023, akan ada tambahan kapasitas kilang BBM dengan rampungnya kilang BBM di Balikpapan berkapasitas 100.000 bph.

Sedangkan dengan beroperasinya sejumlah kilang, termasuk Kilang BBM Bontang dan Tuban pada 2025, kebutuhan BBM dalam negeri sudah bisa dipenuhi kilang Pertamina. Sumur minyak di kedua wilayah ini akan mengontribusi 600.000 bph. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/indonesia-sudah-jadi-net-oil-importer-2002/185741

BAGIKAN