Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi harga minyak terkoreksi secara teknikal, setelah penguatan tajam pekan ini.

Ilustrasi harga minyak terkoreksi secara teknikal, setelah penguatan tajam pekan ini.

Minyak Terkoreksi Secara Teknikal

Sabtu, 17 April 2021 | 08:18 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak terkoreksi secara teknikal pada perdangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah mencapai rekor tertinggi dalam empat minggu. Tetapi minyak berpotensi kembali melanjutkan penguatan karena prospek permintaan yang lebih kuat dan tanda-tanda pemulihan ekonomi di Tiongkok dan Amerika Serikat .

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni terkoreksi 17 sen atau 0,3% menjadi US$ 66,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 33 sen atau 0,5% menjadi US$ 63,13 per barel.

Untuk minggu ini, minyak mentah berjangka AS melonjak 6,4% , sementara acuan global Brent terangkat 6,1% setelah menguat dalam empat sesi terakhir.

Produk domestik bruto kuartal pertama Tiogkok melonjak 18,3% (yoy), data resmi menunjukkan. Data itu menyusul peningkatan besar dalam penjualan ritel AS dan penurunan klaim pengangguran yang dirilis pada Kamis (15/4/2021).

"Data ekonomi yang kuat, didorong oleh bantuan tunai langsung stimulus Biden 1.400 dolar AS, merupakan perkembangan positif yang sangat besar untuk energi," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Minggu ini, Badan Energi Internasional (IEA) dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkatkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan permintaan minyak 2021, mengutip rebound yang lebih kuat dari perkiraan dalam aktivitas di ekonomi tertentu.

Perkiraan tersebut juga didukung oleh data pemerintah pada Rabu (14/4/2021) yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara keseluruhan turun 5,9 juta barel karena aktivitas penyulingan meningkat.

Namun, tidak semua ekonomi pulih karena tingkat infeksi virus corona India mencapai rekor, sementara kanselir Jerman pada Jumat (16/4/2021) mengatakan gelombang ketiga virus membuat negara itu berada dalam cengkeramannya.

Minyak telah pulih dari posisi terendah yang disebabkan pandemi tahun lalu, dibantu oleh rekor pemotongan produksi minyak OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

Beberapa pemotongan OPEC+ akan dipangkas mulai Mei, dan grup tersebut bertemu pada 28 April untuk mempertimbangkan perubahan lebih lanjut pada pakta pasokan.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN