Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pompa angguk minyak sedang beroperasi di Signal Hill, dekat Long Beach, California, Amerika Serikat (AS) ( Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

Ilustrasi: Pompa angguk minyak sedang beroperasi di Signal Hill, dekat Long Beach, California, Amerika Serikat (AS) ( Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

Minyak Terkoreksi Tipis

Kamis, 14 Januari 2021 | 07:17 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Harga minyak turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), terkoreksi tipis di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 global yang berpotensi menghambat permintaan bahan bakar dunia.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, menetap di level US$ 56,06 per barel, turun 52 sen atau 0,9%. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berkurang 30 sen atau 0,6 % menjadi US$ 52,91 per barel.

Pasar memang menemukan beberapa dukungan dari angka persediaan mingguan yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan peningkatan produksi kilang.

Permintaan bahan bakar telah pulih dari penurunan mengejutkan musim semi lalu ketika pandemi Covid-19 memburuk, tetapi pemerintah-pemerintah terus memberlakukan pembatasan pada perjalanan yang akan menahan permintaan energi selama berbulan-bulan, kata para analis.

"Harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi selama beberapa bulan mendatang, investor perlu berhati-hati bahwa jalan menuju permintaan minyak yang lebih tinggi dan harga akan tetap bergelombang," kata analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.

Persediaan minyak mentah AS lebih rendah untuk minggu kelima berturut-turut, turun 3,2 juta barel pekan lalu, melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 2,3 juta barel.

"Pabrik-pabrik penyulingan mulai melihat gambaran permintaan yang lebih baik dan itu tercermin tidak hanya dari apa yang kita lihat di Amerika Serikat tetapi juga di luar negeri," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Pemerintah-pemerintah di seluruh Eropa mengumumkan penguncian yang lebih ketat dan lebih lama pada Rabu (13/1/2021) karena varian baru virus corona menyebar lebih cepat.

Tiongkok mencatat lonjakan harian terbesar dalam kasus virus corona dalam lebih dari lima bulan, meskipun ada penguncian, peningkatan pengujian, dan tindakan lain yang bertujuan untuk mencegah gelombang infeksi lain.

Emas mendapat dukungan dari Arab Saudi yang memangkas pasokan minyak mentah untuk pemuatan Februari bagi setidaknya tiga pembeli Asia, sementara memenuhi persyaratan setidaknya empat lainnya, beberapa sumber kilang dan perdagangan mengatakan kepada Reuters.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN