Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SPBU; Foto: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

SPBU; Foto: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Pemerintah Tambah Penyalur BBM Satu Harga di Papua

AYU, Rabu, 27 Februari 2019 | 23:44 WIB

JAKARTA – Pemerintah menambah satu penyalur bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga di Papua, tepatnya di Desa Dosumo, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo. Penyalur ini merupakan titik BBM Satu Harga ke-22 di Papua sejak 2016.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshrullah Asa mengatakan, hingga kini sudah ada 133 titik BBM Satu Harga yang beroperasi di seluruh Indonesia. Sampai akhir 2019, jangkauan BBM Satu Harga ini ditargetkan mencapai 170 titik.

“Program ini kami mulai dari 2016. Untuk Papua dan Papua Barat adalah yang terbanyak BBM Satu Harganya. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk membangun Papua,” kata dia seperti dikutip Antara, Selasa (26/2).

Ia menjelaskan untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memberikan subsidi biaya distribusi sehingga harga jual BBM di seluruh titik BBM Satu Harga sama dengan daerah lain di Indonesia. Khusus untuk Papua yang memiliki berbagai macam hambatan, utamanya masih minimnya akses transportasi darat, biaya yang harus disubsidi pemerintah cukup besar.

“Untuk mengangkut BBM dari Timika ke Puncak Jaya menggunakan Air Tractor biayanya Rp 35 ribu per liter, kalau dari Jayapura ke Jayawijaya Rp 9 ribu per liter, sedangkan Premium tetap dijual dengan harga Rp 6.450 per liter, selisihnya ditanggung oleh pemerintah,” tutur Fanshurullah.

Sementara itu Manager Fuel Retail Marketing Pertamina MOR VIII Fanda Krismianto menegaskan, adanya SPBU Kompak di Distrik Abenaho ini merupakan bentuk hadirnya negara di seluruh negeri guna memberikan keadilan untuk masyarakatnya. Kuota untuk SPBU Kompak di Abenaho tersebut adalah Premium 50 kiloliter (KL) dan Solar 10 KL.

Pendistribusian BBM ke lokasi tersebut dilakukan melalui Terminal BBM Jober Timika yang kemudian dikirim menggunakan Air Tractor ke Elelim,Yalimo. Dari lokasi tersebut, BBM kemudian dingkut menggunakan moda transportasi darat menuju Abenaho. Erehu Kepno, salah satu warga di Distrik Abenaho, memberikan apresiasi kepada pemerintah dan Pertamina yang sudah menghadirkan lembaga penyalur BBM di tempatnya sehingga warga tidak lagi harus membeli BBM di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA