Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Biodiesel. Foto ilustrasi: IST

Biodiesel. Foto ilustrasi: IST

Penerapan B40 Lebih Diutamakan pada Sektor Otomotif

Kamis, 13 Februari 2020 | 14:33 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com) ,Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM Dadan Kusdiana membenarkan adanya uji program biodiesel 40% (B40), yang akan dilakukan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) pada Maret hingga Juli tahun ini.

Ia menuturkan, dalam pengujian itu ada sejumlah bahan bakar B40 dengan berbagai spesifikasi.

“Nantinya diambil dua spesifikasi yang akan dibahas bersama dengan tim lebih besar, seperti produsen biofuel dan produsen kendaraan. Kemudian, dari hasil pembahasan itu akan dilakukan uji coba dengan mesin yang lebih lama beroperasi sekitar 1.000 jam. Setelah 1.000 jam akan dianalisis lagi," tuturnya.

Setelah uji 1.000 jam itu, akan dilakukan tahap selanjutnya yakni uji jalan lapangan sekaligus ajang sosialisasi. Tahapan-tahapan semacam ini sudah dilakukan pada mandatori biodiesel sebelumnya, yakni B20 dan B30. Penerapan B40 ini nantinya lebih dulu diutamakan pada sektor otomotif.

Bauran energi terbarukan 23%

Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menteri ESDM Arifin Tasrif

Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya mengatakan, pencapaian target bauran energi terbarukan 23% pada 2025 juga diupayakan dari pemanfaatan bahan bakar nabati yang mengurangi porsi bahan bakar minyak. Arifin menambahkan, Indonesia telah mendistribusikan biodiesel 20% atau B20 dan memulai distribusi biodiesel 30% atau B30 tahun ini.

“Konsumsi solar bisa dikurangi dengan substitusi program biodiesel dari CPO atau minyak sawit. Ke depannya, (B30) akan menuju ke B40 dan B100,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, tahun ini serapan biodiesel ditargetkan sebesar 10 juta kl. Tahun depan, serapan biodiesel masih akan relatif stabil yakni sebesar 10,2 juta kl. Selanjutnya, serapan biodiesel mulai naik signifikan menjadi 14,2 juta kl pada 2022, 14,6 juta kl tahun 2023, dan mencapai 17,4 juta kl tahun 2024.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menuturkan, serapan biodiesel di 2022 sudah memperhitungkan dimulainya penyaluran B40. “Namun, saat ini, penerapan B40 ini masih dalam tahap uji coba. Kalau uji cobanya memang oke dan dari kapasitas produksi mencukupi, bisa (disalurkan) B40, pokoknya tergantung hasil uji cobanya dulu,” ujarnya.

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Selain itu, pihaknya juga sudah memasukkan asumsi bahwa Proyek Green Refinery PT Pertamina (Persero) sudah mulai berproduksi. Namun, ia mengakui belum tentu kilang ini akan langsung menghasilkan B100. Pasalnya, harga B100 masih cukup tinggi dan spesifikasinya juga terlalu tinggi.

Pihaknya juga sudah menghitung potensi distribusi bioethanol. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan seberapa besar bioethanol yang bisa disalurkan. Hal ini mengingat kapasitas produksi bioethanol masih terbatas dan harganya masih cukup tinggi. Sejauh ini, baru dua industri yang menghasilkan bioethanol.

“Mereka siap (menerapkan mandatori bioethanol). Hanya karena harganya masih di atas, enggak ada insentif, jadinya belum jalan,” ujar Feby.

Pemerintah kini masih membahas soal peluang insentif bioethanol ini, mengingat beban subsidi BBM dan energi yang lain saat ini masih cukup besar. Sekalipun nanti penyaluran atau distribusi bioethanol bisa dimulai, tambahnya, volumenya hanya kecil di bawah 100 ribu kl. (dho/ark/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN