Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arifin Tasrif

Arifin Tasrif

Penetapan Asumsi Makro ESDM 2021 Dibayangi Pandemi Covid-19

Rangga Prakoso, (elgor)  Senin, 29 Juni 2020 | 13:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif akhirnya menyepakati asumsi dasar makro sektor ESDM untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Penyusunan asumsi tersebut telah melalui pembahasan panjang yang dimulai sejak 26 Juni lalu. Pengesahan asumsi makro berlangsung cepat dalam waktu sekitar satu jam pada rapat kerja yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Pandemi Covid-19 masih membayangi dalam penyusunan asumsi makro sektor energi 2021.

Adapun asumsi makro tersebut terdiri dari harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price), lifting minyak dan gas bumi, volume bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi, subsidi solar, dan subsidi listrik.

Penetapan asumsi makro masih dalam rentan angka yakni untuk ICP disepakati di kisaran US$42 – 45 per barel.

Kemudian lifting migas sebesar 1,68 - 1,72 juta barrel oil equivalent per day (boepd) dengan rincian lifting minyak bumi 690 ribu - 710 ribu barel per hari (bph) dan lifting gas bumi 990 ribu - 1,10 juta boepd. Sementara dana cost recovery ditetapkan US$7,5 miliar - 8,5 miliar.

Kemudian volume BBM subsidi sebessr 15,79 juta kilo liter (KL) - 16,30 juta KL dengan rincian volume minyak tanah 0,48 juta-0,50 juta KL serta volume solar 15,31 juta KL - 15,80 juta KL. Untuk volume LPG 3 tabung kemasan 3 kilogram sebesar 7,50 juta ton - 7,80 juta ton. Subsidi solar dipatok Rp500/liter dan subsidi listrik sebesar Rp50,47 trilun - Rp54,55 triliun.

Kesepakatan asumsi makro ini disertai dengan sejumlah catatan. Fraksi PKS dan Fraksi PKB mengusulkan batas minimum lifting minyak bumi 705 ribu bph. Kedua fraksi ini pun memberi catatan untuk subsidi listrik. Fraksi PKS mengusulkan subsidi listrik sama dengan outlook 2020 sebesar Rp58 triliun dan Fraksi PKB mengusulkan subsidi listrik sebesar Rp54,79 triliun - Rp55,6 triliun.

"Mudah-mudahan angka ini bisa menjadi acuan dalam menentukan nota keuangan," kata Arifin menyampaikan kata penutup usai pengesahan asumsi makro tersebut di Jakarta, Senin (29/6).

Sebelum pengesahan asumsi itu, anggota Komisi VII DPR menyoroti volume LPG dan subsidi listrik mengingat masyarakat bakal lebih banyak beraktivitas di rumah selama pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika meminta tidak ada pengurangan subsidi LPG maupun listrik. Dia juga meminta penghentian wacana ke masyarakat terkait pencabutan subsidi.

"Kami mohon tidak cepat mengeluarkan wacana sebelum matang, karena ini masalah energi menyangkut kebutuhan orang banyak," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN