Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber:  BSTV

Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber: BSTV

Pengembangan Energi Terbarukan Bantu Pemulihan Ekonomi

Minggu, 11 Oktober 2020 | 09:09 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional pascapandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memperbaiki keekonomian proyek energi terbarukan agar lebih menarik bagi investor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan hingga lebih dari 400 gigawatt (GW) yang dapat dikembangkan untuk menopang perekonomian nasional. Namun, lantaran kondisi ekonomi global dan pandemi Covid-19, pengembangan energi terbarukan masih minim, saat ini baru 10.500 megawatt (MW) atau 2,5% dari total potensi yang ada.

Akan tetapi, tambah dia, pemenuhan kebutuhan energy dengan mengandalkan energi berbasis fosil menjadi tantangan perekonomian nasional. Apalagi, tidak hanya perlu mengimpornya dari negara lain, pemerintah juga harus mengucurkan subsidi agar energi berbasis fosil ini terjangkau bagi masyarakat.

Karenanya, menurut Arifin, pengembangan energi terbarukan menjadi pilihan yang tepat.

“Pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu strategi untuk dorong ekonomi pasca pandemic Covid-19, tidak hanya ekonomi berketahanan dan berkelanjutan tetapi juga mengurangi emisi dan menciptakan lapangan kerja,” kata Arifin saat meluncurkan The 9th Indonesia EBTKE Conex secara virtual, Jumat (9/10).

Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar. Sumber: TV Parlemen
Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar. Sumber: TV Parlemen

Sementara itu, Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar menambahkan, pengembangan energy terbarukan tidak hanya berarti meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional.

Guna mencapai target bauran energy terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, memang dibutuhkan tambahan pembangkit listrik energi hijau ini hingga 9.000 MW.

“Tetapi untuk membangun pembangkit listrik ini, untuk sekitar 6.000 MW saja dibutuhkan 600 ribu tenaga kerja untuk konstruksi. Ini kita tidak bicara lapangan kerja di luar konstruksi pembangkit, masih ada jasa dan lainnya. Jadi pemerintah mau tidak mau harus serius dorong energi terbarukan karena bisa sediakan lapangan kerja agar bisa bantu recovery ekonomi,” jelas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN