Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penjualan LPG 5,5 Kg Ditargetkan Capai 800 Ribu Tabung

Gora Kunjana, Jumat, 17 Juni 2016 | 08:53 WIB

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menargetkan penjualan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) nonsubsidi Bright Gas kemasan 5,5 kilogram (kg) dapat mencapai 800 ribu tabung sampai akhir tahun nanti.

 

Vice President Domestic Gas Pertamina Basuki Trikora Putra menuturkan, sejak diluncurkan pada Oktober 2015 lalu, penjualan Bright Gas 5,5 kg kini telah mencapai 350 ribu tabung.

 

Penjualan LPG ini telah menjangkau sampai 11 kota besar di Indonesia seperti di Jakarta dan sekitarnya, Surabaya, Semarang, serta Palembang.

 

“Sampai akhir tahun, penjualan LPG 5,5 kg ditargetkan bisa mencapai sekitar 800 ribu tabung,” kata dia kepada Investor Daily, Kamis (16/6).

 

Menurutnya, guna menggenjot penjualan, pihaknya akan memperluas pasar LPG 5,5 kg ini. Perseroan akan mulai memasarkan Bright Gas 5,5 kg ke Makassar, Batam, Bali, Pekanbaru, Bali, Manado, dan kota besar lainnya.

 

“Jadi sampai akhir Desember ini, penjualan LPG 5,5 kg bisa bertambah sebanyak 500 ribu tabung,” ujarnya.

 

Pihaknya akan terus mendorong agar penjualan LPG varian ini bisa terus meningkat.  Meski demikian, lanjut Trikora, LPG 5,5 kg ini belum bisa menggeser pasar LPG bersubsidi. Pasalnya, konsumsi LPG bersubsidi 3,5 kg saat ini cukup besar. Tahun ini saja kuota LPG bersubsidi ditetapkan sebesar 5,56 juta metrik ton dalam APBN 2016.

 

“Itu (menggeser LPG 3,5 kg) butuh waktu. Waktunya (sejak peluncuran) masih terlalu pendek. Kan LPG ini berbeda dengan Premium dan Pertalite yang langsung terlihat konsumsinya,” jelas dia.

 

Pertamina meluncurkan Bright Gas 5,5 kg guna menangkap peluang pasar sekaligus menjadi produk penyangga antara LPG bersubsidi 3,5 kg dan nonsubsidi 12 kg. Pertamina juga ingin menangkap peluang konsumen dengan karakter low usability yang jumlahnya cukup besar.

 

Selain itu, produk ini juga diharapkan bisa mengambil swing user 12 kg. Berdasarkan pantauan perseroan sekitar 53% penggunanya membeli LPG 3,5 kg dalam frekuensi rendah, misalnya sebagai cadangan.

 

Trikora menambahkan, tren konsumsi LPG setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini terlihat dari penjualan produk LPG Pertamina baik LPG bersubsidi 3,5 kg, Bright Gas 5,5 kg, dan LPG nonsubsidi 12 kg yang terus naik.

 

“Secara keseluruhan, normal konsumsi LPG itu 18 ribu metric ton per hari. Kini konsumsi LPG sudah naik 5% atau 900 metrik ton per hari,” kata dia. (ayu)

BAGIKAN