Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penjualan Pertalite Ditargetkan Capai 4,16 Juta KL

Selasa, 21 Juni 2016 | 15:35 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menargetkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertalite sebesar 4,16 juta kiloliter (KL) pada tahun ini. Angka tersebut setara dengan 16% dari total pasar Premium nasional.


Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Muhammad Iskandar mengatakan, sejak dipasarkan pada pertengahan tahun lalu, Pertalite sudah mampu menggeser pasar Premium sebesar 12% secara nasional. Hal ini tampak pada konsumsi harian Premium yang awalnya 80 ribu KL telah turun menjadi 73 ribu KL per hari.


“Jadi Pertalite sudah menggeser Premium cukup banyak,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (20/6). Selain ke Pertalite, sebagian pengguna Premium juga beralih ke Pertamax.


Dia optimistis, penjualan Pertalite ini masih akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Apalagi saat mudik, biasanya konsumsi BBM nonsubsidi naik signifikan mengingat masyarakat yang pulang kampung merupakan warga Jakarta yang terbiasa memakai BBM kualitas tinggi.


Tahun lalu, Pertamina mencatat konsumsi Pertamax saat mudik sempat naik hingga ratusan persen. Karenanya, Pertamina optimis Pertalite mampu memangkas pasar Premium lebih besar lagi.


“Kalau target, sampai akhir tahun nanti diharapkan bisa menggeser 16% dari volume Premium tahun ini 25-26 juta KL,” ujar Iskandar.


Jumlah ini setara dengan penjualan Pertalite sekitar 4,16 juta KL. Iskandar mengakui, peningkatan konsumsi BBM nonsubsidi masih dipengaruhi oleh masalah harga. Artinya, semakin kecil selisih harga, maka masyarakat akan beralih dari Premium ke Pertamax dan Pertalite.


Walaupun, terdapat pula faktor bahwa masyarakat memang ingin menggunakan BBM dengan kualitas lebih baik. “Tetapi kala selisih harganya jauh, memang sebagian masyarakat akan balik menggunakan BBM yang lebih murah harganya,” jelas dia.


Saat ini, sesuai ketetapan pemerintah, Premium dijual pada harga Rp 6.550 per liter. Sementara Pertamina menjual Pertalite pada kisaran harga Rp 6.900 per liter dan Pertamax Rp 7.350 per liter.


Sampai Maret lalu, penjualan BBM jenis RON 88 tercatat sebesar 6,5 juta KL, RON 90 sebesar 376.395 KL, RON 92 sebesar 742.738 KL, dan RON 95 sebesar 43.336 KL. Penjualan BBM RON 88 atau Premium itu turun 4% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Sementara penjualan Pertamax justru naik hingga 25%. Hingga akhir tahun nanti, Pertamina memprediksi konsumsi mogas tidak akan berbeda jauh dengan tahun lalu, yakni 30 juta KL. Rincinya, Premium 25 juta KL dan sisanya Pertamax series termasuk Pertalite.


Pada tahun lalu penjualan mogas juga 30 juta KL namun dengan rincian berbeda, yakni Premium 28 juta KL dan Pertamax series termasuk Pertalite 2 juta KL saja. (ayu)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN