Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perlu Ada Peta Jalan Hilirisasi Batu Bara

Rabu, 23 Januari 2019 | 14:10 WIB

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan hilirisasi batu bara selama ini tidak ekonomis lantaran belum ada teknologi yang teruji (proven). Selain itu, regulasi fiskal seperti perpajakan dan royalti pun belum sepenuhnya mengatur produk hilir batu bara.

Royalti misalnya dikenakan bagi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dengan besaran bervariasi 3%, 5%, dan 7% tergantung dari tingkat kalori. Semakin tinggi kalori maka semakin besar royalti yang dikenakan.

Sementara bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) dikenakan tarif royalti flat sebesar 13,5%. "Apakah nanti pungutan royalti dikenakan di awal produk dan akhir produk hilirisasi. Ini yang belum diatur," tuturnya.

Hendra mengungkapkan perlu adanya peta jalan (roadmap) hilirisasi batu bara. Dari peta itu bisa diketahui seperti apa peningkatan nilai tambah yang dibutuhkan serta tingkat cadangan batu baranya. Pasalnya, cakupan hilirisasi batu bara sangat luas dan bermacam-macam, mulai dari gasifikasi, likuifaksi, maupun upgrading.

Berdasarkan peta jalan itu maka diketahui apa saja insentif yang dibutuhkan dalam menggarap hilirisasi. "Selama ini secara makro belum ada roadmap hilirisasi batu bara," ujarnya.

Hilirisasi yang dilakukan PTBA, lanjut Hendra, merupakan strategi apik, termasuk bagaimana mereka mewujudkannya. Sebab, PTBA sebagai produsen batu bara bekerja sama dengan PT Pertamina sebagai pembeli produk akhir hilirisasi. Dengan skema itu maka tingkat keekonomian proyek hilirisasi bisa dihitung. "Kami mendukung penuh yang dilakukan PTBA," ujarnya. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/butuh-komitmen-pelaku-usaha/184782

BAGIKAN