Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertalite dan Pertamax Kian Menjadi Pilihan Konsumen

Minggu, 11 September 2016 | 14:22 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Kadar oktan (research octane number/RON) yang mencapai 90, di atas kadar oktan premium yang hanya 88, menjadikan kualitas pertalite jauh lebih unggul. Apalagi dengan harga jual berselisih tipis membuatproduk yang diluncurkan PT Pertamina (Persero) pada akhir Juli 2015 itu makin menjadi pilihan masyarakat.

 

Wyra Perdana, pengguna skuter matik, mengakui pertalite memiliki kualitas lebih baik dibanding premium. Hal inilah yang membuat dia memilih menggunakanpertalite dibanding premium.

 

“Saya lihat dari kualitasnya karena jelas sekali perbedaannya disbanding menggunakan bensin biasa. Jadi lebih enak jalannya,” ungkap Wyra ketika ditemui di salah satu SPBU di Cakung, Jakarta, Jumat (9/9), seperti dikutip Antara.

 

Dia menambahkan selain kualitas yang lebih, pemilihan pertalite juga disebabkan harga jualnya tidak berselisih jauh dibanding premium. Saat ini harga jual pertalite di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar Rp 6.900 per liter. Sementara untuk premium dibanderol Rp6.450 perliter.

 

“Faktor harga juga yang saya pikir membuat masyarakat beralih kepertalite dan pertamax,” kata Wyra.

 

Oki Ari Sulistijanto, pengusaha di Jakarta mengatakan, dirinya menggunakan Pertamax untuk kendaraannya, VW Golf dan Mercedes Bens G300. Selain karena requirement- nya memang harus menggunakan Pertamax, Oki juga mengaku bahwa jenis bahan bakar khusus (BBK) tersebut memang membuat mobilnya semakin nyaman dikendarai.

 

“Pokoknya enak,” kata Oki saat ditemui di SPBU Kemang Jakarta. Selain Pertamax, Oki juga mempergunakan Pertalite untuk kendaraan lain miliknya. Yakni, untuk Datsun 120 Y keluaran 1979 dan sepeda motor Honda Win. Alasannya, dengan nilai oktan yang lebih tinggi dibandingkan Premium, diyakini bahwa Pertalite masih bisa diandalkan untuk merawat kedua kendarannya yang usianya termasuk tua itu. Hal senada diungkapkan Akbar Firmansyah, pengguna skuter matik lainnya.

 

Menurut dia, kualitas jenis BBM akan berpengaruh besar performa dan mesin kendaraan. Data penyaluran BBM pada periode Agustus 2016 yang sebelumnya dirilis Pertamina. Pertalite saat ini telah mengambil porsi sebesar 20,5% dari total konsumsi BBM dengan capaian sebesar 20 ribu kiloliter(kl) per hari atau naik 462% dari konsumsi Januari 2016 sebanyak 4.500 kl.

 

Kenaikan konsumsi juga dialami pertamax, mencapai 15,8% dengan penyerapan sekitar 15 ribu kl per hari atau naik 226% dari konsumsi pada Januari 2016 yakni 5.000 kl. Sementara itu, penyaluran BBM jenis premium turun 13% dari 70 ribu kl perhari pada awal 2016 menjadi 56 ribu kl atau 63,4% dari total konsumsi BBM. (es)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN