Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vice President Corporate Communication Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina

Pertamina Dorong 500 UMKM Naik kelas

Rabu, 11 November 2020 | 17:42 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) mendorong 500 UMKM di bawah binaannya untuk dapat naik kelas atau meningkatkan omzet bisnisnya dengan cepat. Hal ini dilakukan perseroan dengan memberikan pelatihan agar UMKM dapat lebih melek teknologi atau online, hingga merambah pasar internasional melalui program Pertamina UMKM Academy.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pembinaan UMKMtidak hanya dilakukan perseroan untuk memastikan usaha kecil di bawah binaannya mampu bertahan di masa pandemi Covid-19 ini.

Pembinaan UMKM bahkan telah dilakukan sejak 1993 silam. Namun, lantaran pandemic ini berdampak signifikan terhadap UMKM, maka pihaknya berkomitmen agar UMKM tidak hanya bertahan namun dapat naik kelar.

“Itu sebabnya sangat relevan ketika ada program Pertamina UMKM Academy ini untuk UMKM naik kelas. Ditargetkan 500 UMKM mitra binaan untuk mengikuti acara ini,” kata dia dalam jumpa pers daring, Selasa (10/11).

Manager Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) Pertamina Rudi Ariffianto menjelaskan, pelatihan bagi 500 UMKM ini berlangsung dari 10 November hinggadua bulan ke depan. Namun, sebelumnya, pihaknya telah melakukan seleksi UMKM yang dapat mengikuti kegiatan ini.

Beberapa kriteria yang digunakan yakni UMKM yang telah satu tahun menjadi mitra binaan Pertamina, serta memiliki pinjaman dalam besaran tertentu dan pembayarannya lancar.

Berikutnya, pihaknya melakukan verifikasi terkait kondisi usaha yang stabil atau terus meningkat, dan penggunaan teknologi untuk menunjang bisnisnya.

Setelah menyatakan bersedia mengikuti pelatihan, pihaknya kemudian membagi UMKM ini mengikuti kelas-kelas yang digelar.

“Mereka akan dapat pelatihan secara spesifik berdasarkan kelas-kelas, ada go moderm, go digital, go online, dan go global,” jelas Rudi.

Kelas Go Modern mencakup pelatihan optimalisasi mesin untuk meningkatkan kapasitas, go digital melatih optimalisasi penggunaan sosial media dan aplikasi digital integrated cash solution, go online mendorong UMKM mengoptimalkan e-commerce, serta go global menambah wawasan memperluas jangkauan pasar, produksi, dan omset.

Setelah mengikuti Pertamina UMKM Academy, pihaknya berharap mitra binaan ini bisa naik kelas. Pihaknya menggunakan tujuh kriteria untuk menentukan UMKM telah naik kelas, yakni peningkatan jumlah pegawai, nilai pinjaman, kapasitas produksi, dan omzet, pelibatan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk, pemasaran produk di luar kota atau luar negeri, serta memperoleh sertifikat nasional atau internasional.

“Untuk UMKM naik kelas, minimum tiga kriteria sudah dipenuhi,” tutur Rudi.

Secara sederhana, UMKM termasuk sudah naik kelas jika bisnisnya membaik pasca pembinaan. Rudi menambahkan, guna membantu UMKM, pihaknya telah mengucurkan dana hingga sekitar Rp 12 miliar.

Sebanyak Rp 3,5 miliar merupakan nilai produk UMKM mitra binaan yang diserap perseroan untuk memberikan bantuan ke masyarakat yang terdampak pandemic Covid-19. Kemudian sekitar Rp 8,5 miliar digunakan untuk memberikan pelatihan kepada UMKM agar lebih adaptif menghadapi perkembangan terkini.

“Kami ingin mencetak UMKM yang ingin mandiri [mengembangkan] usahanya, sehingga tingkat ketergantungan pada bantuan pemerintah bisa turun,” kata Rudi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN