Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Pertamina Pusat. Foto: Pertamina

Gedung Pertamina Pusat. Foto: Pertamina

Pertamina Ganti Direktur Penunjang Bisnis

Senin, 3 Mei 2021 | 21:07 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) mengubah susunan Direksi PT Pertamina (Persero). Dedi Sunardi ditetapkan sebagai Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, menggantikan M. Haryo Yunianto,yang diangkat menjadi Dirut PT PGN Tbk, menggantikan Suko Hartono

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Penunjang Bisnis, Dedi Sunardi menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia. Pria kelahiran Magetan tahun 1964 ini, menyandang gelar Sarjana Ekonomi Perusahaan dari Universitas Jayabaya Jakarta (1988) dan meraih Magister Management dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia, Dedi berkarir di lingkungan Bank Rakyat Indonesia.

Adapun susunan direksi PT Pertamina (Persero) Pusat kini yakni Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama, Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan, M Erry Suharto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Mulyono sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur, Iman Rachman sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha, serta Dedi Sunardi sebagi Direktur Penunjang Bisnis.

Susunan Direksi baru Pertamina tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-142/MBU/05/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan (Persero) Pertamina yang ditandatangani pada Senin (3/5).

“Sebagai salah satu kewenangan pemegang saham, RUPS telah menetapkan susunan direksi baru Pertamina,” kata Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resminya, Senin (3/5).

Dalam Surat Keputusan tersebut, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat M. Haryo Yunianto dari jabatan Direktur Penunjang Bisnis. Posisi tersebut dijabat Haryo Yunianto sejak 12 Juni 2020 dan sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Aset Pertamina per 20 April 2018.

“Pertamina mengucapkan terima kasih kepada M Haryo Yunianto yang telah mendapat penugasan baru sebagai Direktur Utama di Subholding Gas Pertamina, yaitu PT PGN Tbk,” tandas Fajriyah.

Haryo menjadi Dirut PGN menggantikan posisi Suko Hartono yang dicopot dari jabatannya berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Selain Suko, beberapa direksi juga diganti, yakni Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis yang dijabat oleh Syahrial Mukhtar, Direktur Keuangan Arie Nobelta Kaban, dan Direktur Infrastruktur dan Teknologi Redy Ferryanto. Sebagai gantinya RUPST mengangkat Heru Setiawan, mantan Direktur Pertamina sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, Fadjar Harianto Widodo sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, dan Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi

Pada tahun ini, Pertamina menargetkan dapat membukukan laba hingga US$ 2 miliar atau naik dua kali lipat dari tahun lalu sebesar US$ 1 miliar. Nicke sempat menjelaskan, pihaknya optimis bisa mendongkrak laba lantaran perseroan lebih siap menghadapi dampak pandemi Covid-19, serta proyeksi membaiknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan harga minyak mentah.

Perseroan juga akan lebih agresif pada tahun ini dengan anggaran belanja modal mencapai US$ 10,7 miliar, naik dua kali lipat dari prognosa tahun lalu US$ 4,7 miliar. Rincinya, anggaran untuk bisnis hulu migas perseroan mencapai 46% atau US$ 4,92 miliar, anggaran untuk melanjutkan proyek kilang dan petrokimia sebesar US$ 3,85 miliar (36%), dan kegiatan bisnis lainnya termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan US$ 1,9 miliar (18%).

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN