Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jack-up rig Hakuryu-14 di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang dikerjakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM)

Jack-up rig Hakuryu-14 di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang dikerjakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM)

Pertamina Hulu Indonesia Memulai Pemboran Sumur Eksplorasi di Blok Mahakam

Senin, 3 Mei 2021 | 21:55 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Hulu Indonesia memulai pemboran sumur eksplorasi di Blok Mahakam. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong produksi minyak dan gas (migas) Indonesia.

‘’Tahun 2021, PHI merencanakan untuk melakukan pemboran lima sumur eksplorasi. Sumur TDE C-1X merupakan salah satu sumur eksplorasi yang merupakan Komitmen Pasti untuk dibor tahun ini. Sumur TDE C-1X merupakan area perdana (play opener) yang diharapkan akan menemukan cadangan yang ekonomis demi memperpanjang usia produksi Wilayah Kerja Mahakam,’’ kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim di Jakarta, Senin (3/5).

Sebagai pengelola wilayah kerja migas ex-terminasi, PHI dan anak-anak perusahaan yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, PT Pertamina Hulu Attaka, dan PT Pertamina Hulu West Ganal mengoperasikan lapangan dan fasilitas operasi dan produksi migas yang sudah berumur puluhan tahun sehingga memerlukan inovasi teknologi dan kreativitas untuk memelihara kinerja operasi dan keekonomian aset.

Terkait dengan hal ini, General Manager Zona 8, Agus Amperianto, mengungkapkan langkah-langkah yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam memanfaatkan inovasi teknologi diantaranya dalam kegiatan pemboran di Wilayah Kerja Mahakam.

”Dengan jumlah pemboran yang cukup banyak terutama untuk sumur-sumur pengembangan, maka inovasi teknologi dalam pemboran akan mendorong efektivitas dan efisiensi biaya yang signifikan. Hal ini selaras dengan aspirasi transformasi Pertamina untuk menjadi best in industry,” jelas Agus.

Berdasarkan catatan SKK Migas, sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 realisasi produksi gas TW-1 PHM berhasil melebihi target dengan realisasi sebesar 558 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari target APBN sebesar 435 juta kaki kubik per hari (mmscfd), atau mencapai 122,9%. Untuk produksi minyak TW-1, PHM juga berhasil melampaui target dengan realisasi 130,3% atau setara 29.691 barel per hari (bopd).

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN