Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina Segera Keluarkan Varian Dexlite

Selasa, 15 Maret 2016 | 15:41 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bakal menjual solar varian baru dengan kualitas lebih bagus dari produk subsidi, yakni Dexlite. Pada tahap awal, perseroan akan menjual Dexlite dengan volume 3.000 kiloliter (KL).


Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perizinan peluncuran produk baru solar ini ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kini perseroan tinggal menunggu diterbitkannya izin tersebut dan langsung bisa memasarkan Dexlite ini.


“Kami maunya secepatnya (bisa luncurkan Dexlite), awalnya akan jual 3.000 KL per bulan dulu,” kata dia sebelum rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (14/3).


Bambang menjelaskan, kualitas Dexlite ini akan lebih baik dari solar bersubsidi. Dexlite bakal memiliki angka cetane 51, sedikit di bawah Pertamina Dex yang memilki angka cetane 53, tetapi lebih tinggi dari angka cetane solar subsidi yang hanya 48. Kandungan sulfur dalam Dexlite juga akan lebih sedikit yakni hanya 1.000-1.200 BPM, sementara solar subsidi mencapai 3.000 BPM.


Namun, harga produk ini tidak akan setinggi Pertamina Dex yang mencapai sekitar Rp 14.000 per liter. “Jadi kualitas Pertamina Dex, tetapi harganya lite (ringan),” ujar dia.


Sayangnya Bambang masih enggan menyebutkan harga produk baru ini. Peluncuran produk solar baru ini, lanjut dia, merupakan bentuk layanan perseroan kepada masyarakat. Pasalnya, dengan kandungan unsur nabati (fatty acid methyl eter/FAME) dalam solar mencapai 20%, terdapat keluhan konsumen bahwa produk solar subsidi Pertamina kurang bertenaga. Di sisi lain, konsumen sulit beralih ke Pertamina Dex lantaran harganya terlalu mahal.


Meski demikian, tambah Bambang, bukan berarti Dexlite tidak mengandung FAME. Hanya saja, Dexlite akan ditambah zat aditif yang menghilangkan dampak negatif FAME. “Aditif akan menghilangkan sifat mudah membeku FAME dan menaikkan angka cetane,” jelasnya.


Bambang menegaskan, Dexlite tidak akan menghilangkan solar bersubsidi. Angkutan umum masih bisa memakai solar bersubsidi jika dirasa kualitasnya masih mencukupi untuk kendaraan.


Dexlite disebutnya bakal menyasar pengguna mobil pribadi yang menginginkan solar dengan kualitas lebih baik. Diakuinya, Dexlite bisa mengurangi konsumsi solar bersubsidi. “Kalau pengguna solar bersubsidi pindah ke Dexlite, maka bisa mengurangi anggaran subsidi. Jadi ini menguntungkan pemerintah,” tutur Bambang.


Sementara itu, untuk produk Pertalite yang diluncurkan pertengahan tahun lalu, Pertamina melaporkan penjualannya terus naik.


Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, penjualan Pertalite sudah meluas dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Sebanyak lebih dari 25 terminal bahan bakar minyak (BBM) dan 2.400 lembaga penyalur sudah melayani penjualan Pertalite. (ayu)

Editor :

BAGIKAN