Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur SDM dan Administrasi  PJB Suharto bersama jajaran manajemen PJB serta stakeholder pada acara pembukaan pembukaan bulan K3 PJB  di Unit Pembangkitan Brantas, Malang, Jawa Timur, Senin (13/1). (Foto: Amrozi Amenan/ID)

Direktur SDM dan Administrasi PJB Suharto bersama jajaran manajemen PJB serta stakeholder pada acara pembukaan pembukaan bulan K3 PJB di Unit Pembangkitan Brantas, Malang, Jawa Timur, Senin (13/1). (Foto: Amrozi Amenan/ID)

PJB Dorong Rekanan Penuhi Nihil Kecelakaan

Selasa, 14 Januari 2020 | 10:50 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

MALANG, investor.id - PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) menerapkan secara ketat sistem manajemen keselamatan kerja kontraktor (contractor safety management system/CSMS) bagi rekanan untuk menjamin pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). PJB menargetkan semua rekanan memenuhi nihil kecelakaan tahun 2020.

Direktur SDM dan Administrasi  PJB Suharto mengatakan, nihil kecelakaan sudah terpenuhi di tingkat karyawan PJB dalam beberapa tahun terakhir. Hal sama juga terjadi pada rekanan PJB dengan diterapkannya ketentuan CSMS mulai Oktober 2019.

Dia pun ingin pihak ketiga yang mengikuti lelang pekerjaan di lingkungan PJB maupun anak usaha wajib mendaftar prakualifikasi CSMS secara online. Sejumlah isian dan bukti pendukung terkait pelaksanaan K3 dipertanyakan dalam pendaftaran CSMS.

“Hasilnya berupa kualifikasi CSMS perusahaan tersebut yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses tender,” kata Suharto, di sela acara pembukaan bulan K3 PJB  di Unit Pembangkitan Brantas, Malang, Jawa Timur, Senin (13/1).

Selain untuk meningkatkan ketaatan K3 di lingkungan  kerja PJB, penerapan CSMS menjadi pendorong bagi rekanan untuk berperan dalam menaati serta membudayakan K3. Para rekanan juga diwajibkan untuk menaati aturan K3 selama bekerja di lingkungan PJB seperti kegiatan  safety briefing, safety talk, dan safety induction.

“Dengan segala persyaratan yang ada dalam CSMS, semua rekanan diharapkan dapat lebih aware untuk meningkatkan pelaksanaan K3 di lingkungan kerjanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suharto menjelaskan, PJB telah menerapkan SMK3, OHSAS, sertifikasi, pemenuhan regulasi, aplikasi monitoring, hingga sejumlah ketentuan bagi karyawan maupun rekanan untuk meningkatkan implementasi K3 di semua unit usahanya.

Banyak pula perbaikan di bidang K3 yang telah dilakukan PJB dalam menghadapi revolusi Industri 4.0. Beberapa di antaranya berupa implementasi Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan Sit Ellipse serta Maximo.

PTW difungsikan untuk mengontrol akses pekerja dan peralatan, meminimalisasi risiko kecelakaan dan kerusakan unit, serta memastikan bahwa standard operating procedure (SOP) dilaksanakan sesuai aturan dan memenuhi standar K3.

Selain itu, PJB telah mengimplementasikan Izat 4 Azara, sebuah aplikasi berbasis Android (online) yang berfungsi membantu monitoring kesiapan peralatan serta mengoptimalkan pengawasan dan pelaporan K3.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN