Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaringan Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Jaringan Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

PLTA Rajamandala, Wujud PLN Dukung Pengembangan EBT

Rangga Prakoso, Jumat, 12 Juli 2019 | 17:02 WIB

CIANJUR, investor.id - Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Rajamandala merupakan wujud nyata upaya PT PLN (persero) meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Pembangkit berkapasitas 1x47 megawatt (MW) ini menggunakan air keluaran dari PLTA Saguling. Adapun investasi proyek ini mencapai US$150 juta. Pembangkit ini terletak di Kampung Bantarcaringin, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sistem operasi PLTA Rajamandala berkarakter load follower yang artinya pengoperasian Rajamandala tergantung dari Saguling. Air keluaran Saguling itu kemudian masuk ke terowongan sepanjang 174 meter. Namun tidak semua air Saguling diserap Rajamandala. Hanya dibutuhkan debit air sekitar 168 meter kubik/detik yang menghasilkan daya 47 MW.

Pembangunan Rajamandala berlangsung selama tujuh tahun lalu sejak 2012 melalui kerja sama antara anak perusahaan PLN Indonesia Power (IP) dengan Kansai Electric Power Corp Japan (KEPCO) menjadi PT Rajamandala Electric Power. Pembangkit ini sudah beroperasi secara komersial sejak Mei kemarin. Namun baru hari ini diresmikan.

Adapun peresmian itu dilakukan oleh Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris serta disaksikan juga oleh Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi.

Harris mengatakan kapasitas eksisting PLTA saat ini mencapai 6.256 MW. Kehadiran PLTA Rajamandala meningkatkan kapasitas terpasang. Selain itu Rajamandala menambah porsi bauran energi dan salah satu upaya mencapai target bauran energi 23% di 2025. "Rajamandala menambah pasokan PLTA menjadi 6.303 MW," kata Harris di Cianjur, Jumat (12/7).

Harris menegaskan Indonesia berkomitmen dalam mengimplementasikan Perjanjian Paris (Paris Agreement) dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca di atmosfer, khususnya CO2. Dengan beroperasinya PLTA ini merupakan wujud nyata PLN bersama pemerintah turut menekan emisi gas CO2. "Indonesia memiliki potensi tenaga air 75 gigawatt. Pembangkit seperti Rajamandala seperti ini bisa dikembangkan di tempat lain," ujarnya.

Sementara itu M. Ahsin menambahkan Rajamandala merupakan program pembangunan pembangkit energi terbarukan sesuai dengan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2019-2028. Listrik yang dihasikan Rajamandala akan memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan Jawa - Bali melalui transmisi 150 kV (kilo Volt). "PLTA ini menggunakan Penstock terbesar di Indonesia dan Spiral Case berbahan beton pertama di Indonesia, selain itu juga merupakan PLTA dengan waterway sistem labirin pertama di Indonesia dengan diameter terowongan terbesar di Indonesia," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN