Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ekspansi 1x660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah, Foto: IST

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ekspansi 1x660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah, Foto: IST

Presiden Tak Ingin Indonesia Terus Bergantung pada Energi Fosil

GR, Senin, 25 Februari 2019 | 11:51 WIB

CILACAP- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak ingin jika pembangkit listrik di Indonesia terus-menerus tergantung pada bahan bakar energi fosil.

Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ekspansi 1x660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah, Senin, mengatakan keinginannya untuk terus mengembangkan pembangkit listrik dengan bahan bakar energi baru terbarukan.

"Kita juga tidak ingin mengandalkan batubara, energi fosil," kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara.

Ia mencontohkan hingga saat ini telah banyak dikembangkan pembangkit listrik dengan tenaga angin, air, bahkan uap di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satunya dikembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap, Jeneponto, yang disebut Jokowi sudah seperti di Belanda dengan begitu banyak kincir angin besar. "Dan ini akan kita lanjutkan di tempat lain yang anginnya besar," katanya.

Terlebih kata dia, Indonesia cenderung memiliki tingkat intensitas hembusan angin yang besar. Itu juga belum termasuk potensi air dan uap yang juga sangat bisa dikembangkan sebagai pembangkit listrik energi alternatif.

Di Cilacap, misalnya baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 1x660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang, dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya sangat menghargai, ini besar sekali menambah suplai energi listrik baik di Jawa maupun Bali. Masih ada sisa 1.000 MW yang akan diselesaikan akhirnya tahun ini," katanya.

Ia menambahkan, sekarang 98,2% listrik di Indonesia sudah masuk ke rumah-rumah di desa-desa terpencil. "Hanya tinggal sebagian kecil dan akhir tahun ini 99,9% harus sudah masuk ke semua rumah tangga di air tanah ini," katanya.

Ia menegaskan, listrik bukan hanya penting bagi ekonomi dan industri tapi juga bagi masyarakat di desa-desa terpencil.

"Dengan adanya listrik anak-anak bisa belajar, industri rumah tangga di desa-desa bisa bekerja di malam hari yang biasanya tidak bisa, inilah pentingnya listrik," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA