Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN
(Persero)  Bob Saril. Foto; IST

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril. Foto; IST

Semester I, Penjualan PLN Masih Naik

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 21:51 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id  –  Selama semester I-2020, penjualan listrik PLN meningkat 0,93%. Tetapi kenaikan tersebut lebih banyak disumbang pada kuartal I-2020, sementara di kuartal II-2020 terjadi penurunan yang cukup besar.

Dengan melihat berbagai perkembangan terkini, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril memprediksi penjualan PLN pada tahun ini akan terkontraksi hingga 6,15%, sehingga pendapatan PLN bisa turun di kisaran 7% hingga 8%.

“Di kuartal II-2020 terjadi penurunan karena terdampak pandemi Covid-19. Bahkan di bulan Mei saja penurunannya sampai 10,71%. Tetapi di bulan Juni hingga Juli ini sudah mulai terlihat ada tren kenaikan. Harapannya ini bisa terus berlanjut, di mana kegiatan ekonomi kembali berjalan sambil tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Bob dalam diskusi Zooming With Primus bertajuk Melistriki Indonesia, yang ditayangkan live di BeritaSatu TV pada Kamis (30/7/2020).

Diskusi Zooming with Primus -Melistriki Indonesia live di Beritasatu TV, Kamis (30/7/2020). Sumber: BSTV
Diskusi Zooming with Primus -Melistriki Indonesia live di Beritasatu TV, Kamis (30/7/2020). Sumber: BSTV

Hadir pula sebagai narasumber adalah Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro dan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Stimulus TTL

Evaluasi penjualan listrik PLN
Evaluasi penjualan listrik PLN

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Bob menjelaskan, PLN telah menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) dari pemerintah berupa pembebasan rekening minimum bagi pelanggan segmen sosial, bisnis, dan industri dengan daya dimulai dari 1.300 VA ke atas.

“Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan pengurangan biaya beban,” tutur Bob.

Dengan stimulus ini, bila pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, maka cukup membayar sesuai pemakaian kWh-nya.

Segmentasi pelanggan PLN
Segmentasi pelanggan PLN

Ia merinci, lewat program tersebut, pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan yang pemakaian energy listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala) diberlakukan untuk pelanggan golongan sosial dengan daya 1.300 VA ke atas (S2/1300 VA hingga S-3/> 200 kVA); pelanggan golongan bisnis dengan daya 1.300 VA ke atas (B1/1.300 VA hingga B-3/> 200 kVA); dan pelanggan golongan industri dengan daya 1.300 VA ke atas (I-1/1.300 VA hingga I-4/30.000 kVA ke atas).

Selain itu, ada pembebasan penerapan ketentuan jam nyala minimum bagi pelanggan golongan layanan khusus sesuai dengan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL).

Upaya mencapai rasio elektrifikasi 2021
Upaya mencapai rasio elektrifikasi 2021

Stimulus juga diberikan berupa pembebasan biaya beban yang diberlakukan bagi pelanggan golongan sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA), pelanggan golongan bisnis daya 900 VA (B- 1/900 VA), serta pelanggan golongan industri daya 900 VA (1-1/900 VA).

“Stimulus pemerintah ini diberikan untuk meringankan beban pelanggan menghadapi pandemi Covid-19. Melalui stimulus tarif tenaga listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara selisih dari rekening minimum atau jam nyala minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta biaya beban menjadi stimulus yang dibayar pemerintah. Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember tahun 2020,” ucapnya.

Perkembangan rasio elektrifikasi nasional
Perkembangan rasio elektrifikasi nasional

PLN memastikan stimulus ini tidak akan mengganggu keuangan PLN. Pasalnya, setiap stimulus yang diberikan akan diganti pemerintah melalui mekanisme kompensasi, seperti halnya stimulus yang telah diberikan kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta industri dan bisnis kecil berdaya 450 VA. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN