Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sisa Utang Subsidi Listrik Tinggal Rp 7 Triliun

Kamis, 22 Februari 2018 | 10:06 WIB

Sementara itu, jumlah utang subsidi listrik pemerintah ke PLN mencapai Rp 12 triliun. Namun, sebesar Rp 5 triliun telah dibayarkan pada tahun lalu dari alokasi APBN Perubahan 2017. Jadi, sisa utang subsidi listrik tinggal Rp 7 triliun.

 

Berdasarkan data Kemenkeu pada akhir Desember 2017, jumlah anggaran untuk subsidi listrik membengkak dari semula Rp 45,4 triliun menjadi Rp 50,6 triliun pada tahun ini. Total anggaran yang digelontorkan untuk subsidi energi pada tahun ini mencapai Rp 97,6 triliun. Angka ini membengkak dari target awal sebesar Rp 89,9 triliun.

 

Sedangkan secara keseluruhan, realisasi anggaran yang diberikan untuk subsidi energi dan non energi mencapai Rp 166,3 triliun atau 98,5% dari target Rp 168,9 triliun. Untuk subsidi migas, pemerintah semula mengalokasikan sekitar Rp 44,5 triliun dari APBN-Perubahan 2017. Hanya saja, angka realisasinya turut membengkak menjadi Rp 47 triliun pada tahun lalu.

 

Adapun subsidi migas tersebut untuk BBM dan LPG. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, subsidi migas membengkak lantaran harga minyak dunia maupun harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) meningkat. Tercatat, harga ICP menyentuh angka US$ 50 per barel atau naik dari asumsi dalam APBN-P 2017 sebesar US$ 48 per barel.

 

Sementara itu, utang subsidi pupuk pemerintah kepada Pupuk Indonesia Holding Company terhitung sejak 2014 totalnya sebesar Rp 19,7 triliun, masing-masing pada 2014 sebesar Rp 7,4 triliun, pada 2015 sebesar Rp 7,5 triliun, pada 2016 sebesar Rp 2,9 triliun, sedangkan di tahun 2017 Rp 1,9 triliun. Namun utang tersebut sebagian dibayar pada 2017 sesuai UU APBNP. (berbagai sumber)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN