Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar. Sumber: TV Parlemen

Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar. Sumber: TV Parlemen

UU Cipta Kerja Berikan Kepastian Berusaha Pengembangan Energi Terbarukan

Minggu, 11 Oktober 2020 | 08:07 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar mengungkapkan, salah satu masalah pengembangan energy terbarukan adalah kepastian berusah a. Tidak hanya masalah keekonomian, pihaknya juga berharap ada perbaikan untuk proses perizinan.

Adanya ketentuan dalam Undang-Un dang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang menarik kewenangan pengembangan panas bumi ke pemerintah pusat, dia berharap bisa mempercepat perizinan, tidak hanya untuk proyek panas bumi tetapi juga energy terbarukan lainnya.

“Kita butuh debirokratisasi dan deregulasi sehingga perizinan bisa dipercepat. Sehingga ke depannya, kami berharap investasi bisa masuk,” kata dia.

Paul berharap rancangan Perpres energi terbarukan juga memudahkan proses perizinan ini. Harapan lain juga datang dari DPR yang berencana menerbitkan Undang-Undang Energi Terbarukan pada tahun depan. Dengan perubahan kebijakan dan tata kelola menjadi lebih sederhana, serta perbaikan iklim investasi, pihaknya optimistis hal ini bisa mengakselerasi energy terbarukan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kami berharap Perpres jadi kunci mendorong percepatan pengembangan energy terbarukan, termasuk dengan Undang-Undang Energi terbarukan. Ini bisa dorong capai target (bauran energi) mungkin bukan di 2025, tapi di tahun-tahun berikut,” tutur Paul.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN