Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat milik maskapai Air France sedang diparkir di landasan pacu Bandara Paris Charles de Gaulle di Roissy, pada 30 April 2020, di hari ke-45 pemberlakuan lockdown  terkait virus corona Covid-19. ( Foto: BERTRAND GUAY / AFP )

Pesawat milik maskapai Air France sedang diparkir di landasan pacu Bandara Paris Charles de Gaulle di Roissy, pada 30 April 2020, di hari ke-45 pemberlakuan lockdown terkait virus corona Covid-19. ( Foto: BERTRAND GUAY / AFP )

Air France Mendapat Bantuan 4 Miliar Euro

Rabu, 7 April 2021 | 06:16 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Uni Eropa (UE) memberi wewenang kepada pemerintah Prancis pada Selasa (6/4) untuk menggandakan sahamnya di Air France dan menyuntikkan hingga empat miliar euro ke dalam maskapai yang sedang kesulitan tersebut. Pendapatan perusahaan saat ini seret karena terdampak kemerosotan lalu lintas penumpang yang disebabkan pandemi Covid-19.

Perjanjian bernilai US$ 4,7 miliar tersebut mengikuti negosiasi berminggu-minggu dengan komisi Uni Eropa (UE), yang harus memastikan bantuan negara tidak memberikan keuntungan yang tidak adil bagi perusahaan.

Air France membukukan kerugian 7,1 miliar euro (setara US$ 8,4 miliar) pada 2020. Bisnisnya, seperti bisnis maskapai penerbangan lainnya di dunia, menderita karena pembatasan virus corona yang semuanya menghentikan lalu lintas udara global.

Sebagai imbalan atas lampu hijaunya, komisi tersebut, yang merupakan regulator anti-trust UE, mengatakan akan melepaskan sekitar 18 slot per hari di Orly, bandara terbesar kedua di Paris setelah Charles de Gaulle.

"Ini memberi kesempatan kepada operator yang bersaing untuk memperluas aktivitas mereka di bandara ini, memastikan harga yang adil, dan peningkatan pilihan bagi konsumen Eropa," kata Komisioner Persaingan UE Margrethe Vestager, Selasa, yang dikutip AFP.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan, UE juga mengizinkan pemerintah Prancis untuk meningkatkan kepemilikannya di grup Air France-KLM menjadi 30%, naik dari saat ini 14,3% kepemilikan.

Belanda Mempertimbangkan

Maskapai penerbangan Belanda, KLM yang membentuk aliansi dengan Air France, tidak akan mendapat manfaat dari bantuan tersebut. Meski demikian, pemerintah Belanda menyambut baik persetujuan bantuan tambahan.

Dalam pernyataan bersama Le Maire dan Menteri Keuangan Belanda Wopke Hoekstra dikatakan, rekapitalisasi KLM oleh pemerintah Belanda sedang diperiksa.

Rekapitalisasi Air France akan dilakukan dengan mengonversi pinjaman yang diterima sebesar tiga miliar euro dari pemerintah Prancis tahun lalu, menjadi obligasi campuran Air France-KLM yang dianggap sebagai bentuk ekuitas, ditambah penerbitan saham baru yang terbuka untuk pemegang saham lama dan baru.

Pemerintah Prancis telah berkomitmen untuk berpartisipasi, menurut Air France-KLM. Sementara China Eastern Airlines, pemegang saham utama lainnya, juga akan berpartisipasi. Namun Delta Airlines mengatakan tidak bisa berpartisipasi, karena pembatasan diberlakukan pada maskapai penerbangan yang menerima bantuan pemerintah Amerika Serikat (AS).

CEO Air France-KLM Benjamin Smith mengatakan, suntikan modal akan memberikan Air France-KLM stabilitas lebih untuk bergerak maju saat pemulihan dimulai, saat vaksinasi skala besar berlangsung di seluruh dunia dan perbatasan dibuka kembali.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN